SEAQIL dan MTB-MLE
SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) memiliki mandat strategis dalam penguatan penggunaan bahasa ibu, khususnya sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran. Melalui mandat tersebut, SEAQIL mendorong penyelenggaraan pendidikan dwibahasa yang mengintegrasikan bahasa ibu secara terpadu bersama bahasa kedua guna meningkatkan kemampuan kognitif dan kompetensi berbahasa anak. Hal ini didasarkan pada keyakinan dan berbagai temuan akademik bahwa anak akan belajar lebih efektif ketika menggunakan bahasa yang mereka pahami sejak dini.
Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini dikenal sebagai Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB-MLE) atau Pendidikan Multibahasa Berbasis Bahasa Ibu. SEAQIL berperan aktif dalam mendorong implementasi MTB-MLE di kawasan Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
MTB-MLE memberikan kesempatan siswa untuk belajar menggunakan bahasa yang mereka pahami sejak dini, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna, inklusif, dan efektif. Namun demikian, penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas bukanlah upaya membatasi akses terhadap bahasa nasional, internasional, dan bahasa asing lain, melainkan strategi pedagogis untuk memperkuat pemerolehan pengetahuan dan membangun fondasi literasi yang kokoh. Hal ini selaras dengan UNESCO yang menegaskan bahwa pendidikan membutuhkan penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas, tetapi ini bukan tentang membatasi akses ke bahasa nasional dan internasional.1
Sejalan dengan mandat tersebut, SEAQIL menginisiasi sejumlah inisiatif untuk mendukung implementasi MTB-MLE. Berikut merupakan berbagai inisiatif yang dilakukan SEAQIL dalam mendukung MTB-MLE.
Southeast Asian Roadmap on Multilingual Education (SEA-MLE Roadmap)
Penyusunan SEA-MLE Roadmap dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran dalam bahasa ibu sebagai fondasi bagi keberhasilan belajar dan pembelajaran sepanjang hayat, serta oleh berbagai tantangan yang masih dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam mengimplementasikan program pendidikan multibahasa. SEA-MLE Roadmap disusun sebagai panduan strategis yang memuat rekomendasi yang jelas dan dapat ditindaklanjuti guna memulai, memperkuat, dan memperluas inisiatif MTB-MLE, mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan yang inklusif dan berkualitas, serta memperkokoh kolaborasi dan kemitraan antar pemangku kepentingan di kawasan.
Proses penyusunan SEA-MLE Roadmap ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai pada awal tahun 2024. SEAQIL dan Sekretariat SEAMEO, dengan didukung secara teknis oleh UNESCO, serta berkolaborasi dengan mitra dari Asia-Pacific Multilingual Education Working Group, bekerja secara kolaboratif untuk mengembangkan SEA-MLE Roadmap melalui serangkaian pertemuan, konsultasi, dan penghimpunan masukan dari berbagai negara di kawasan. Upaya kolektif tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui persetujuan resmi para Menteri pada 2 Juli 2025 dalam Konferensi Dewan SEAMEO ke-53 di Bandar Seri Begawan.
Selain itu, inisiatif pengembangan SEA-MLE Roadmap juga telah dipresentasikan dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari advokasi pendidikan multibahasa, termasuk pada peringatan International Mother Language Day pada Februari 2025 di Paris dan Bangkok, serta berbagai kesempatan strategis lainnya.