Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB-MLE)
SEAQIL Logo

Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB-MLE)

SEA-MLE Roadmap

SEA-MLE Roadmap Cover

Guiding the Future of Multilingual Education

Southeast Asian Roadmap on Multilingual Education merupakan kerangka regional untuk memandu pengembangan, penguatan, dan perluasan implementasi MTB-MLE.

SEAQIL dan MTB-MLE

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) memiliki mandat strategis dalam penguatan penggunaan bahasa ibu, khususnya sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran. Melalui mandat tersebut, SEAQIL mendorong penyelenggaraan pendidikan dwibahasa yang mengintegrasikan bahasa ibu secara terpadu bersama bahasa kedua guna meningkatkan kemampuan kognitif dan kompetensi berbahasa anak. Hal ini didasarkan pada keyakinan dan berbagai temuan akademik bahwa anak akan belajar lebih efektif ketika menggunakan bahasa yang mereka pahami sejak dini.

Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini dikenal sebagai Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB-MLE) atau Pendidikan Multibahasa Berbasis Bahasa Ibu. SEAQIL berperan aktif dalam mendorong implementasi MTB-MLE di kawasan Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

MTB-MLE memberikan kesempatan siswa untuk belajar menggunakan bahasa yang mereka pahami sejak dini, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna, inklusif, dan efektif. Namun demikian, penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas bukanlah upaya membatasi akses terhadap bahasa nasional, internasional, dan bahasa asing lain, melainkan strategi pedagogis untuk memperkuat pemerolehan pengetahuan dan membangun fondasi literasi yang kokoh. Hal ini selaras dengan UNESCO yang menegaskan bahwa pendidikan membutuhkan penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di kelas, tetapi ini bukan tentang membatasi akses ke bahasa nasional dan internasional.1

Sejalan dengan mandat tersebut, SEAQIL menginisiasi sejumlah inisiatif untuk mendukung implementasi MTB-MLE. Berikut merupakan berbagai inisiatif yang dilakukan SEAQIL dalam mendukung MTB-MLE.

1 Kosonen, K. (2014). Mother Tongue-Based Multilingual Education. Asia Multilingual Education Working Group. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000231865

SEAQIL Engagement in MTB-MLE (2009–2025)

Diagram lini masa inisiatif SEAQIL terkait MTB-MLE di Asia Tenggara.

2009

Penyelenggaraan lokakarya Finding the Good Models for Using Mother Tongue as Bridge Language of Instruction sebagai langkah awal pengembangan MTB-MLE.

2010

Pelaksanaan program advokasi bersama World Bank, UNESCO, dan Sekretariat SEAMEO untuk mendorong penggunaan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar di jenjang taman kanak-kanak/TK dan sekolah dasar/SD kelas awal.

2011–2012

Penyusunan dan uji coba instrumen analisis kebutuhan untuk memetakan kondisi dan kebutuhan implementasi program secara lebih sistematis.

2013

Pelaksanaan kajian analisis kebutuhan di Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

2014

Pelaksanaan diseminasi hasil kajian, salah satunya melalui seminar internasional berkolaborasi dengan UNESCO Bangkok dan didukung oleh Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP).

2016

Pelaksanaan peningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam menggunakan bahasa Sunda dan bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar di kelas.

2024–2025

Pengembangan SEA-MLE Roadmap oleh SEAQIL dan Sekretariat SEAMEO, dengan dukungan teknis UNESCO, serta dokumentasi praktik baik pembelajaran berbasis MTB-MLE melalui CALTECs di Thailand dan Kamboja.

Program

Southeast Asian Roadmap on Multilingual Education (SEA-MLE Roadmap)

Penyusunan SEA-MLE Roadmap dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran dalam bahasa ibu sebagai fondasi bagi keberhasilan belajar dan pembelajaran sepanjang hayat, serta oleh berbagai tantangan yang masih dihadapi negara-negara di Asia Tenggara dalam mengimplementasikan program pendidikan multibahasa. SEA-MLE Roadmap disusun sebagai panduan strategis yang memuat rekomendasi yang jelas dan dapat ditindaklanjuti guna memulai, memperkuat, dan memperluas inisiatif MTB-MLE, mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan yang inklusif dan berkualitas, serta memperkokoh kolaborasi dan kemitraan antar pemangku kepentingan di kawasan.

Proses penyusunan SEA-MLE Roadmap ini merupakan perjalanan panjang yang dimulai pada awal tahun 2024. SEAQIL dan Sekretariat SEAMEO, dengan didukung secara teknis oleh UNESCO, serta berkolaborasi dengan mitra dari Asia-Pacific Multilingual Education Working Group, bekerja secara kolaboratif untuk mengembangkan SEA-MLE Roadmap melalui serangkaian pertemuan, konsultasi, dan penghimpunan masukan dari berbagai negara di kawasan. Upaya kolektif tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui persetujuan resmi para Menteri pada 2 Juli 2025 dalam Konferensi Dewan SEAMEO ke-53 di Bandar Seri Begawan.

Selain itu, inisiatif pengembangan SEA-MLE Roadmap juga telah dipresentasikan dalam berbagai forum internasional sebagai bagian dari advokasi pendidikan multibahasa, termasuk pada peringatan International Mother Language Day pada Februari 2025 di Paris dan Bangkok, serta berbagai kesempatan strategis lainnya.

Akses SEA-MLE Roadmap

Southeast Asian Roadmap on Multilingual Education merupakan kerangka regional yang dirancang untuk memandu pengembangan, penguatan, dan perluasan implementasi Mother Tongue-Based Multilingual Education (MTB-MLE) di Asia Tenggara. Roadmap ini mendukung negara-negara di kawasan dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif dan efektif melalui lingkungan belajar multibahasa serta penguatan literasi dasar.

SEA-MLE Roadmap Cover

Dokumentasi Praktik Baik Pembelajaran berbasis MTB-MLE melalui SEAQIL Captures Language Teaching Practices (CALTECs) di Thailand dan Kamboja

SEAQIL CALTECs di Thailand dan Kamboja merupakan salah satu inisiatif SEAQIL untuk mendokumentasikan praktik pembelajaran berbasis MTB-MLE sekaligus kebijakan terkait integrasi MTB-MLE dalam sistem pendidikan. Inisiatif ini dilakukan guna menyediakan sumber informasi berbasis bukti bagi para pemangku kepentingan serta pihak-pihak yang membutuhkan referensi dalam upaya implementasi MTB-MLE.

Dokumentasi CALTECs Thailand

CALTECs di Thailand

November 2024

SEAQIL melaksanakan CALTECs di Thailand bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Thailand dan Foundation of Applied Linguistics (FAL). Kegiatan ini mencakup diskusi bersama para pakar kebijakan dan kunjungan ke sekolah Khun Tae School dan Ban Pui School di Chiang Mai untuk mendokumentasikan praktik baik pembelajaran serta berdiskusi bersama para guru di sekolah tersebut.

Dokumentasi CALTECs Kamboja

CALTECs di Kamboja

Agustus 2025

Di Kamboja, SEAQIL bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kamboja. Selaras dengan SEAQIL CALTECs di Thailand, kegiatan di Kamboja juga meliputi diskusi bersama pakar dan kunjungan ke sekolah. SEAQIL berkesempatan mengunjungi Chaet Primary School dan La Ok 2 Primary School di Provinsi Ratanakiri.

Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, pada tahun 2026 SEAQIL akan mengolah dan menyusun hasil temuan menjadi publikasi sebagai bagian dari diseminasi praktik baik dan penguatan berbasis bukti program MTB-MLE.

×