Tingkatkan kualitas SDM Indonesia yang unggul melalui Klub Literasi Sekolah

Upaya SEAQIL dalam pemajuan literasi di lingkungan sekolah berbasis proyek, yakni Klub Literasi Sekolah (KLS) mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari berbagai pihak di tahun 2021. Oleh karena itu, SEAQIL kembali menyelenggarakan KLS 2022. Sebagai awalan, SEAQIL menyinergikan berbagai pemangku kepentingan dalam Sosialisasi KLS melalui Zoom dan kanal YouTube SEAQIL pada Senin (25/04). Pelaksanaan sosialisasi dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi hari dengan fokus pada dinas pendidikan dan sekolah, serta di siang hari untuk perguruan tinggi dan mahasiswa.

Dalam pembukaan sosialisasi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok, Achmad Wicaksono, Ph. D., menyampaikan apresiasi dan harapan terkait dengan rencana pelaksanaan KLS. Beliau menyampaikan, “Kami turut bangga dan senang atas program ini (KLS). Harapannya, bapak dan ibu guru, serta mahasiswa dapat meningkatkan pengajaran bahasa dengan metode-metode yang lebih update, serta cara-cara yang lebih memudahkan siswa-siswi cepat memahami bahasa Indonesia.”

Sejalan dengan harapan baik Atdikbud KBRI Bangkok, Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, kemudian memaparkan bahwa pembaharuan dan perluasan target KLS di tahun 2022 ini diharapkan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak penerima manfaat, seperti sekolah, siswa, dan mahasiswa. “Upaya ini dapat membantu Indonesia meningkatkan kualitas mulai dari tingkat sekolah dasar dan menengah untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul,” harap Luh Anik.

Lebih lanjut, Luh Anik secara singkat menyampaikan laporan bahwa sosialisasi KLS telah menarik minat 276 sekolah menengah pertama, 62 sekolah menengah atas, 50 sekolah menengah kejuruan, 7 Sekolah Indonesia Luar Negeri (Bangkok, Denhaag, Mekah, Jeddah, Riyadh, Singapura, Tokyo, dan Yangon), dan 25 perguruan tinggi di Indonesia. Secara umum, pelaksanaan KLS dapat dirangkum sebagai kegiatan ekstrakuriler dimana siswa akan didampingi mahasiswa magang dan guru pembina dalam melakukan aktivitas literasi berbasis proyek dan peminatan selama 3 bulan (14 pertemuan). Beliau kemudian menambahkan bahwa pelibatan ratusan peran dari berbagai kalangan dalam dunia pendidikan ini dapat membuktikan semangat pemajuan literasi di Indonesia.

Secara spesifik, KLS dapat menjadi wadah bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi yang berorientasi pada penguasaan kecakapan abad ke-21 serta mengaktualisasi penggunaan bahasa asing dalam konteks kehidupan nyata. Pembaharuan teknis penyelenggaraan KLS 2022 kemudian dijabarkan oleh Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto. Misbah menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi KLS 2021 dan lokakarya silabus Training of Trainers KLS terdapat beberapa pengembangan untuk pelaksanaan selanjutnya, diantaranya a) skema pelaksanaan; b) target audiens; c) kelas peminatan, dan; d) jumlah jam magang mahasiswa.

Pada KLS 2022, SEAQIL menawarkan tiga skema pelaksanaan KLS yang dapat dipilih oleh perguruan tinggi dan sekolah, yakni skema daring, skema campuran terbuka, dan skema campuran tertutup. Selanjutnya, target audiens tidak hanya berfokus pada tingkat menengah, tetapi juga mulai dari tingkat dasar. Oleh karena itu, jenjang sekolah yang akan dilibatkan dalam KLS adalah SMP/MTS/SMA/SMK/sederajat dan SILN. Selain itu, kelas peminatan yang ditawarkan bertambah menjadi 1) cerita pendek; 2) puisi; 3) debat; 4) orasi; 5) jurnalistik, dan; 6) bercerita.

Bagi perguruan tinggi, penyesuaian KLS 2022 yang signifikan dapat terlihat dari penambahan waktu atau jam pelajaran (JP) terstruktur yang akan mempengaruhi nilai konversi pada mata kuliah, yakni 143 JP. SEAQIL berharap, setidaknya mahasiswa magang KLS berhak mendapat apressiasi pemenuhan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan rentang 12 – 20 SKS. Menjelang akhir paparan, Misbah memastikan bahwa seluruh pihak terlibat akan mendapatkan rekognisi berupa sertifikat apresiasi atau partisipasi berdasarkan peran masing-masing.

Antusiasme dan motivasi dari para hadirin sosialisasi KLS dapat menjadi modal awal atau bekal yang baik untuk menyukseskan KLS 2022. Oleh karena itu, dalam mewujudkan harapan serta tujuan KLS 2022, SEAQIL berharap mendapatkan dukungan dan komitmen dari setiap pihak yang terlibat. Sebagai proses lanjutan, SEAQIL akan membuka pendaftaran calon sekolah penyelenggara KLS pada 26 April–18 Mei 2022 dan calon mahasiswa pendamping KLS pada 16–28 Mei 2022. Informasi terkini mengenai KLS akan diunggah secara berkala melalui laman dan media sosial SEAQIL. (FH)

×