Siswa jenjang SMA SMK SMP sederajat gelar karya di penutupan Klub Literasi Sekolah 2022

Program Klub Literasi Sekolah gagasan SEAMEO QITEP in Langauge (SEAQIL) resmi ditutup pada Selasa (22/11) dengan sajian beberapa proyek karya KLS dari berbagai peminatan.

Plt. Direktur SEAQIL, R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D. menyampaikan, “Kegiatan KLS kedepannya akan lebih melibatkan pengetahuan tentang ASEAN. Hal ini dimaksukan juga sebagai dukungan atas peran Indonesia sebagi ketua ASEAN tahun 2023.”

“Untuk mencapai kelanjutan dari program ini, tentunya KLS akan tetap berjalan dan berkembang di sekolah-sekolah, lalu komunikasi antara SEAQIL dan mitra juga akan tetap terjalin. Yang kami maksud penutupan adalah program magangnya. Kami yakin KLS tetap akan berlanjut dengan peran aktif para pembina literasi di sekolah,” ungkap Dian.

Dian juga menyampaikan, “Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para kolaborator KLS atas kontribusi dan partisipasi aktif yang telah memungkinkan KLS untuk bisa berjalan dengan baik.”

Dian juga akan memastikan bahwa SEAQIL akan terus bergerak dalam pemajuan pendidikan bahasa, salah satunya di bidang literasi. “Melalui KLS, kita menanamkan budaya literasi, karena penguatan budaya literasi adalah kunci dari kemajuan negeri.” Kata Dian menutup secara resmi KLS 2022.

Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto menjelaskan, “Literasi menjadi satu hal yang sangat penting dan dimandatkan oleh kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

“Sinergi KLS tahun 2022 diikuti oleh 193 mahasiswa dari 55 perguruan tinggi di 200 lebih sekolah dengan siswa aktif lebih dari 3.000 dengan 150 lebih guru pembina aktif. KLS merupakan satu kegiatan yang memang multi-player komponen, multi-player efek dan dilaksanakan melalui kolaborasi yan luar biasa,” kata Misbah.

KLS 2022 melibatkan partisipasi dari sekolah jenjang SMA/SMK/SMP sederajat dan SD (terbatas) baik di sekolah Indonesia maupun sekolah Indonesia di luar negeri. KLS telah sukses menjalankan proyek enam peminatan, yakni cerita pendek, puisi, orasi, debat, jurnalistik, dan bercerita,” jelas Misbah.

Mewakili Rektor Universitas Al Azhar Indonesia, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Al Azhar Indonesia, Dr. Lusi Lian Piantari menyampaikan, “Kami yakin melalui KLS, perguruan tinggi dan instansi lainnya akan semakin bersinergi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan dalam sektor pendidikan, salah satunya literasi.”

Sebagai puncak acara, SEAQIL menyuguhkan gelaran karya literasi siswa dari berbagai peminatan dan sekolah. Nabila Zahra dari SMA N 1 Bengkulu Utara menyajikan puisi secara langsung dengan mengenakan pakaian adat khas Bengkulu.

Selain itu, Mayka Naila Abyta dari SMA N 1 Wonosari menampilkan karya bercerita dalam bahasa Jepang dan Naurah Ferasti dari SMP Nuraida Islamic Boarding School menampilkan karya puisi.

SEAQIL juga menyuguhkan beberapa hasil karya cerita pendek dan puisi yang juga menghadirkan pemaparan karya cerita pendek oleh Farras Afifah Rahmasyah dari SMP N 5 Mojokerto. Parade karya ditutup dengan penampilan orasi dari para siswa SMK Muhammadiyah Bligo yang mengangkat semangat kepemudaan.

Sutikno, Kepala Sekolah Indonesia Makkah menyampaikan, “Kegiatan ini berdampak positif terhadap perkembangan literasi di Sekolah Indonesia Mekkah dengan menghasilkan video playlist YouTube dan antologi puisi. Kami mengucapkan terima kaish kepada SEAMEO QITEP in Language yang telah membimbing dan menyelenggarakan KLS 2022.”

×