Sinergi Program BIPA SEAQIL dengan Kebijakan MBKM

Depok, 22—26 Maret 2021—Dalam rangka mendukung kebijakan Merdeka Belajar—Kampus Merdeka (MBKM), serta sejalan dengan upaya internasionalisasi bahasa Indonesia di wilayah Asia Tenggara, SEAQIL kembali menjalankan program pengembangan kompetensi bagi mahasiswa. Dukungan tersebut direalisasikan melalui pelatihan metodologi pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara blended dan diikuti oleh 103 mahasiswa dari 29 perguruan tinggi. Secara khusus, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogis dan wawasan lintas budaya calon pengajar BIPA agar siap magang di lembaga-lembaga penyelenggara BIPA di kawasan Asia Tenggara.

Terkait hal di atas, SEAQIL mengambil peran melalui persiapan calon pengajar BIPA tersebut (mahasiswa jurusan bahasa dan/atau sastra) untuk melakukan magang di berbagai lembaga penyelenggara BIPA di sepuluh negara di wilayah Asia Tenggara, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani pada Senin [22/3]. Dalam sambutannya, Luh Anik menyampaikan bahwa para mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut diundang sebagai calon pendidik yang SEAQIL persiapkan untuk menjadi tenaga-tenaga pengajar BIPA. Luh Anik menambahkan bahwa mahasiswa akan SEAQIL magangkan ke penyelenggara BIPA di Asia Tenggara melalui koordinasi dengan Dirjen DIKTI, Kemendikbud.

 “Kami bermaksud untuk mengintegrasikan atau menyinergikan program-program SEAQIL dengan kebijakan Kemendikbud, khususnya terkait dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mengenai amanat untuk menginternasionalkan bahasa Indonesia,” jelas Luh Anik. Salah satu cara yang dapat dilakukan, imbuh Luh Anik, adalah dengan mempromosikan program BIPA ke Luar Negeri, khususnya Asia Tenggara sesuai dengan cakupan wilayah kerja SEAQIL.

Selain itu, Luh Anik juga menyebutkan peran SEAQIL dalam Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN. Luh Anik menyebutkan bahwa SEAQIL juga dimasukkan dalam Rencana Aksi Nasional dalam Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN Tahun 2005. Dalam cetak biru tersebut, imbuh Luh Anik, SEAQIL ditetapkan sebagai salah satu lembaga yang diharapkan berperan dalam promosi BIPA di Asia Tenggara.

×