Siaran Pers   SEAQIL dan UPI perdalam Riset Kebijakan di Bidang Kebahasaan dan Pendidikan Bahasa di Asia Tenggara

Siaran Pers
Jakarta, 8 Juni 2022

SEAQIL dan UPI perdalam Riset Kebijakan di Bidang Kebahasaan dan Pendidikan Bahasa di Asia Tenggara

Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Tahap I Riset Kebijakan di Bidang Kebahasaan dan Pendidikan Bahasa di Asia Tenggara memasuki hari kedua pelaksanaan pada Rabu [08/06]. SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut mengundang pakar serta praktisi dari Brunei Darussalam, Timor-Leste, dan Vietnam, sebagai narasumber pada DKT daring ini.

Sebagai langkah lanjutan dalam mengumpulkan informasi terkait kebijakan di bidang kebahasaan dan pendidikan bahasa, SEAQIL dan UPI kembali melaksanakan DKT Tahap I, hari kedua pada Rabu [08/06] secara daring. DKT ini mengundang pakar dan praktisi pendidikan bahasa sebagai narasumber, yaitu, Dr. Sharifah Nurul Huda Alkaff (Universiti Brunei Darussalam, Brunei Darussalam); Lim Bee Yew dan Leanne Abdullah Lee (SEAMEO VOCTECH, Brunei Darussalam); Manuel Mendonça Araujo dan Abílio da Costa Ximenes (Intituto São João de Brito, Timor-Leste); serta Hoang Nghia Phong dan Phan Anh Minh (SEAMEO CELLL, Vietnam).

Narasumber dari Brunei Darussalam mengungkapkan bahwa sebagaimana yang tercantum pada undang-undang Brunei 2003 tentang pendidikan, bahasa Melayu merupakan bahasa lokal sekaligus bahasa resmi yang digunakan sebagai di lembaga pendidikan dalam pengajaran. Sedangkan di Timor-Leste, bahasa Portugis dan bahasa Tetum digunakan sebagai bahasa dalam lingkungan kerja (berdasarkan undang-undang Nasional RDTL 2002 Pasal 13) dan menjadi bahasa pengantar dalam pendidikan (berdasarkan Peraturan No. 14/2008 mengenai Aturan Pendidikan Dasar tanggal 29 Oktober). Sedikit berbeda dengan dua negara yang telah disebutkan, pemerintah Vietnam mendukung etnis minoritas untuk lebih mempelajari bahasa dan aksara daerah masing-masing. Dukungan tersebut tercantum dalam Undang-undang Pendidikan Nomor 43/2019/QH14 Tahun 2019 Pasal 11 dan Undang-undang Pendidikan Agama Tahun 2019 Pasal 11 Ayat 2.

Dr. Luh Anik Mayani, Direktur SEAQIL, mengungkapkan bahwa forum ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kebijakan di bidang kebahasaan dan sistem pendidikan bahasa di beberapa negara Asia Tenggara. “Selanjutnya, data-data yang telah disajikan oleh negara anggota SEAMEO akan disusun dan dianalisis guna memberikan gambaran umum tentang kebijakan kebahasaan dan pendidikan bahasa, serta sistem pendidikan di negara-negara anggota SEAMEO,” harapnya.

Melalui forum diskusi, dapat disimpulkan bahwa bahasa Inggris masih menjadi bahasa asing utama yang diajarkan pada tingkat dasar hingga pendidikan tinggi di Brunei Darussalam, Vietnam, dan Timor-Leste. Di samping itu, bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Jerman, Korea, Mandarin, Prancis, Rusia menjadi pilihan bahasa asing yang umumnya diajarkan pada pendidikan tinggi. Secara umum, jenjang pendidikan di tiga negara tersebut terdiri atas empat tingkat, yakni pendidikan dasar, menengah yang dibagi menjadi tingkat menengah bawah dan atas, serta pendidikan tinggi.

Narahubung:

Farrah H., Teguh Gunawan
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org

Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

×