Siaran Pers   SEAQIL dan UPI lakukan riset kebijakan di bidang kebahasaan dan pendidikan bahasa di Asia Tenggara

Siaran Pers
Jakarta, 6 Juni 2022

SEAQIL dan UPI lakukan riset kebijakan di bidang kebahasaan dan pendidikan bahasa di Asia Tenggara

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mulai mengumpulkan data untuk penelitian mengenai kebijakan di bidang kebahasaan dan pendidikan bahasa di Asia Tenggara dengan mengadakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) pada Senin [06/06]. DKT turut mengundang pakar bahasa dan praktisi pendidikan dari negara-negara Asia Tenggara.

SEAQIL berkolaborasi dengan UPI dalam riset tentang kebijakan di bidang kebahasaan dan pendidikan bahasa di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2021 sampai dengan 2023. Tahap pengumpulan data dilaksanakan dalam 2 tahap, yaitu DKT Tahap I yang berlangsung selama tiga hari pada Juni–Juli 2022 dan DKT Tahap II pada Agustus 2022.

Sebagai langkah awal, SEAQIL dan UPI mengadakan DKT Tahap I untuk mengumpulkan informasi tentang undang-undang atau peraturan-peraturan yang berkaitan dengan penggunaan bahasa daerah, bahasa resmi, dan bahasa internasional di beberapa negara anggota SEAMEO. Pada hari pertama DKT Tahap I [06/06], SEAQIL dan UPI mengundang pakar dan praktisi pendidikan bahasa dari empat negara, yaitu Filipina (Dr. Heidi Macahilig, Ph.D. & Dr. Maria Jhona Acuña); Indonesia (Prof. Emi Emilia, Ph.D. & Yanty Wirza, Ph.D.); Kamboja (Rien Chamrong & Suos Sovannarin); dan Laos (Prof. Dr. Xayaphet CHAPHICHITH & Cheanmaly PHONESAVANH). Forum daring ini dihadiri oleh pimpinan instansi penyelenggara, yakni Direktur SEAQIL (Dr. Luh Anik Mayani), Deputi Direktur Program SEAQIL (Esra Nelvi M. Siagian), Deputi Direktur Administrasi SEAQIL (Dr. Misbah Fikrianto), Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI (Prof. Dr. Didi Sukyadi), serta Dekan Fakultas Pendidikan dan Bahasa UPI (Prof. Dr. Tri Indri Hardini).

Dr. Luh Anik Mayani, Direktur SEAQIL, menyatakan “Bahasa memegang peranan penting di dalam kehidupan termasuk pendidikan, tidak hanya sebagai bagian dari mata pelajaran sekolah tetapi juga bahasa yang digunakan dalam media pengajaran. Riset tentang kebijakan di bidang kebahasaan sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa bahasa yang digunakan dan pembelajaran bahasa yang berlangsung dapat menjadi tujuan pendidikan yang utuh.”

UPI juga memiliki visi yang sama mengenai penelitian kebijakan bahasa. Prof. Dr. Didi Sukyadi, Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UPI, turut menyampaikan bahwa ASEAN memiliki lebih dari 1.200 bahasa yang digunakan oleh lebih dari 650 juta orang, dan setiap negara memiliki kebijakan tersendiri. Oleh karena itu, kebijakan di bidang kebahasaan dan pendidikan bahasa penting dan menarik untuk ditelaah guna mencapai pemahaman yang lebih baik dari setiap negara Asia Tenggara.

Esra Nelvi M. Siagian, Deputi Direktur Program SEAQIL, menyampaikan bahwa narasumber pada forum ini akan berdiskusi mengenai 1) undang-undang dan peraturan yang mengatur bahasa daerah, bahasa resmi/nasional, dan bahasa asing; 2) peran dan fungsi bahasa daerah, bahasa resmi/nasional, dan bahasa asing; 3) undang-undang dan peraturan yang mengatur tentang pengajaran bahasa, serta penggunaan bahasa daerah, bahasa resmi/nasional, dan bahasa asing; dan 4) undang-undang peraturan yang mengatur bahasa yang digunakan dalam pengajaran pada pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Di akhir diskusi, Luh Anik menyimpulkan empat negara telah menerapkan kebijakan bahasa daerah, resmi atau nasional, dan bahasa asing dalam sistem pendidikan. Secara umum, bahasa Inggris menjadi bahasa asing utama di pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, sedangkan bahasa daerah digunakan dan telah diperkenalkan pada tingkat pendidikan awal, seperti pada tingkat taman kanak-kanak atau tingkat pendidikan dasar. SEAQIL berharap data yang disajikan oleh narasumber dari keempat negara dapat dikompilasi dan dianalisis lebih lanjut untuk memberikan gambaran tentang kebijakan bahasa, serta sistem pendidikan di negara-negara Asia Tenggara.

Narahubung:

Farrah H., Teguh Gunawan
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org

Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

×