Semarakkan Pengembangan Ilmu Pengetahuan melalui Pengelolaan Jurnal Ilmiah

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan pelatihan pengelolaan jurnal berbasis Open Journal System (OJS) mulai dari Selasa-Kamis (19-21/10) di Bogor. Pelatihan ini merupakan salah satu langkah awal persiapan SEAQIL dalam penerbitan jurnal ilmiah di tahun berikutnya. Beberapa pengajar dalam pelatihan merupakan praktisi pengelola jurnal berasal dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta SEAMEO BIOTROP.

Menurut Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, diseminasi hasil atau temuan ilmiah merupakan suatu hal yang penting untuk keberlanjutan pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam pembukaan pelatihan, Beliau menyampaikan, “Sebagai Centre yang berfokus pada peningkatan kualitas guru bahasa dan tenaga kependidikan, pembuatan atau pengelolaan jurnal ilmiah di SEAQIL menjadi suatu keharusan. Para guru dan peneliti bahasa bisa memiliki lebih banyak wadah untuk memublikasikan karya ilmiah mereka. Selain itu, terbitan ilmiah kelak bisa menjadi inspirasi bapak/ibu guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran bahasanya.”

Seiring perkembangan zaman, pengelolaan dan publikasi jurnal ilmiah umumnya dilakukan dalam bentuk elektronik. Selama pelatihan berlangsung, Ladislaus Laga Monang dan Winci Firdaus (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek) selaku salah dua pengajar pada pelatihan ini mempraktikan dan memaparkan berbagai kebutuhan pengelolaan jurnal berbasis OJS. Para peserta pelatihan yang terdiri dari staf SEAQIL serta guru bahasa diberikan kesempatan untuk turut mencoba mengelola jurnal dengan praktik pemasangan aplikasi OJS. Sebagai pelengkap pelatihan, para peserta pun diberikan pemaparan dan gambaran dari berbagai peran pengelola OJS.

Pendampingan praktik pemasangan aplikasi OJS.

Selain paparan dan praktik, SEAQIL turut mengundang Sri Ismawati Soerianegara dan Woro Kanti Darmastuti (SEAMEO BIOTROP) untuk berbagi dinamika dan tantangan praktik pengelolaan jurnal yang telah dihadapi selama beberapa puluh tahun terakhir. Sebagai Centre yang telah memiliki jurnal dengan akreditasi nasional dan internasional, tentunya banyak tahapan serta peran pengelolaan jurnal yang harus dijaga dan terus diperbaharui sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Para pengajar berbagi dinamika dan tantangan dalam praktik pengelolaan jurnal.

Setelah mendapatkan tiga hari pelatihan, para peserta diharapkan tidak hanya memahami namun juga dapat membuat dan mengelola jurnal dengan baik secara konsisten. Dengan adanya pengelolaan jurnal elektronik atau OJS, SEAQIL, para guru bahasa ataupun pihak lain dapat terlibat dalam proses publikasi mulai dari penerimaan, penyuntingan oleh mitra bestari atau penyunting pelaksana, proses layout, hingga artikel siap diterbitkan.

×