Semarakkan Hari Literasi Internasional, SEAQIL ajak siswa Klub Literasi Sekolah jadi multibahasawan

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) membuka Pelatihan Belajar Bahasa Asing secara Efektif dan Menyenangkan melalui Klub Literasi Sekolah (KLS) yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Literasi Internasional yang jatuh pada Kamis [8/09].

Siswa idealnya multibahasawan

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa [13/09] ini mempromosikan peran pelajar yang multibahasawan dalam menghadapi era globalisai. “Pelajar Indonesia tidak hanya mahir berbahasa asing, tetapi juga tetap teguh mengutamakan bahasa Indonesia—salah satu pilar pemersatu bangsa—dan tetap setia melestarikan bahasa daerah—sebagai sumber kekayaan budaya bangsa,” kata Dr. Luh Anik Mayani, Direktur SEAQIL.

Luh Anik meyakini, “Pelajar/mahasiswa yang ideal tentulah mereka yang multibahasawan: yang mengutamakan bahasa Indonesia, mampu melestarikan bahasa daerah, serta menguasai bahasa asing sebagai syarat untuk dapat berkompetisi di dunia global.”

Pelatihan ini merupakan rangkaian aktivitas KLS yang erat dalam pemajuan literasi di lingkungan sekolah. Luh Anik menerangkan, “SEAQIL menempatkan KLS sebagai salah satu upaya dalam menunjang kecakapan hidup melalui peningkatan kompetensi siswa dalam kecakapan berliterasi secara tulis atau tutur dan kecakapan abad ke-21 (berpikir kritis, berkolaborasi, bertindak kreatif, dan berkomunikasi).”

Dalam pelatihan ini siswa yang berasal dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dan sederajat, baik di Indonesia maupun Sekolah Indonesia Luar Negeri dapat memilih satu dari enam bahasa asing untuk dipelajari, yakni bahasa Arab, Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Prancis. Selain itu, sesuai dengan judul pelatihan, siswa juga diajak untuk menyusun bahan belajar bahasa asing yang meneyenangkan menggunakan media digital.

Luh Anik menjelaskan bahwa keterampilan menyusun bahan belajar akan menjadi modal bagi peserta untuk belajar bahasa asing yang menyenangkan, tidak hanya untuk keperluan KLS, tetapi juga untuk pembelajaran bahasa di kelas.

“Selamat Hari Literasi Internasional, semoga KLS dan rangkaian kegiatan di dalamnya semakin memperkuat tekat kita untuk memajukan literasi dan pendidikan di Indonesia demi kemajuan bangsa ini,” harap Luh Anik.

Kurikulum Merdeka: Penguatan Karakter dan Literasi

Pelatihan ini juga membahas Kurikulum Merdeka dalam kaitannya dengan penguatan karakter dan literasi. Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto, menjelaskan, “Dalam konteks pemulihan pembelajaran, sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan dipilih. Ada tiga kurikulum di sekolah, yakni Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, dan Kurikulum Merdeka. Jika berbicara Kurikulum Merdeka, maka penguatan karakter menjadi penting.”

“Kurikulum Merdeka berfokus pada materi esensial di tiap mata pelajaran, untuk memberi ruang dan waktu bagi pengembangan kompetensi-terutama kompetensi mendasar seperti literasi dan numerasi secara lebih mendalam,” jelas Misbah

Lebih lanjut, Misbah juga memberikan motivasi kepada para siswa, ”Bahasa itu menjadi alat komunikasi yang sangat penting dan sangat efektif. Jadi kalau kita tidak memiliki sebuah keterampilan atau penguasaan bahasa maka kita akan mengalami banyak hambatan. Dikaitkan dengan pelaksanaan KLS yang berbasis peminatan, siswa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasinya. Terakhir, karya yang dibuat siswa adalah karya orisinal yang dapat menjadi nilai tambah atau kemajuan.”

Sebagai informasi, pelatihan ini juga turut melibatkan mahasiswa pendamping KLS sebagai pengajar bahasa asing. Mahasiswa berasal dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN SMH BANTEN, Universitas Al-Azhar Indonesia, Universitas Bengkulu, Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Universitas Islam Kadiri, dan Universitas Negeri Semarang. (/MR)

×