Selenggarakan Inter Centre Collaboration Meeting, SEAQIL Perkuat Sinergi Tujuh SEAMEO Centre di Indonesia

Selenggarakan Inter Centre Collaboration Meeting,

SEAQIL Perkuat Sinergi Tujuh SEAMEO Centre di Indonesia

 

Depok, 30 Juni 2026 – SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Inter Centre Collaboration Meeting (ICCM) di Wisma Makara, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini mempertemukan tujuh pusat SEAMEO di Indonesia, yaitu SEAMEO BIOTROP, CECCEP, RECFON, SEAMOLEC, SEAQIL, SEAQIM, dan SEAQIS. Langkah ini diambil guna memperkuat koordinasi, komunikasi, serta kolaborasi antarpusat dalam mendukung pelaksanaan berbagai agenda program SEAMEO dan Kemendikdasmen.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membahas perkembangan program, berbagai isu strategis, serta peluang kolaborasi antarpusat. Pembahasan mencakup sosialisasi Organisasi dan Tata Kerja (OTK) baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, strategi optimalisasi anggaran secara efektif dan akuntabel, serta pembahasan lanjutan draf rancangan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bagi tujuh pusat SEAMEO di Indonesia. Selain itu, para peserta juga berbagi informasi, pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik sesuai dengan mandat dan bidang keahlian masing-masing. ICCM menjadi forum bagi tujuh SEAMEO Centre di Indonesia untuk memperkuat koordinasi, membuka peluang kolaborasi, dan mendorong lahirnya inisiatif bersama dalam mendukung tujuan SEAMEO.

Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, secara resmi membuka kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan dan perwakilan tujuh pusat SEAMEO di Indonesia yang hadir. Dalam sambutannya, Brian menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarpusat dalam menyelaraskan program unggulan, meningkatkan koordinasi, serta mengoptimalkan pelaksanaan program agar selaras dengan arah kebijakan pemerintah.

"Melalui kegiatan ICCM ini, kami berharap ketujuh center SEAMEO di Indonesia dapat berkumpul untuk saling menyampaikan laporan perkembangan serta membahas langkah strategis ke depan. Kita juga perlu berdiskusi intensif mengenai optimalisasi anggaran, menyusun annual report, agar kiprah dan sumbangsih dari setiap centre tetap berada dalam radar kementerian," ujar Brian.

Brian juga menekankan pentingnya penguatan regulasi melalui proses pembahasan Permen, penyesuaian tata kelola kelembagaan terkait OTK (Organisasi dan Tata Kerja) kementerian yang baru, serta pelaksanaan program yang memberikan dampak baik dan terukur bagi pengembangan pendidikan. Melalui kegiatan ini, ketujuh pusat SEAMEO di Indonesia memperkuat koordinasi dan membuka peluang kolaborasi yang akan ditindaklanjuti melalui pengembangan program bersama guna mendukung pencapaian tujuan SEAMEO. (Penulis: Ryan/Editor: Ridwan)

×