Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani (atas), dan Direktur Departemen Bisnis Internasional GCA Tiongkok, Melinda Ma (bawah), menyapa para peserta Klub Virtual Bahasa Mandarin.
Dengan semangat kesuksesan, SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) kembali melaksanakan Klub Virtual Bahasa Mandarin (KVBM). Program yang dilaksanakan sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2021 kali ini ditujukan kepada calon guru bahasa Mandarin, mahasiswa aktif atau lulusan baru program studi Pendidikan Bahasa, Bahasa dan/atau Sastra Mandarin. Di tahun 2022, KVBM akan berfokus pada Pelatihan Pembuatan Video Animasi sebagai Bahan Ajar yang berlangsung mulai dari 14 Maret hingga 12 Mei 2022 dengan moda daring.
Pada sambutan pembukaan kegiatan (14/03), Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, memaparkan pencetusan kegiatan Pelatihan Pembuatan Video Animasi sebagai Bahan Ajar sebagai bagian dari program KVBM. Luh Anik menjelaskan “Klub Virtual Bahasa Mandarin ialah klub di mana Anda dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan bahasa Mandarin secara langsung dan interaktif.” Setelah mengikuti program ini, para peserta diharapkan mendapat keterampilan tambahan, seperti keterampilan praktik membuat video pembelajaran animasi sebagai bahan ajar yang juga meningkatkan kemampuan praktik sebagai calon guru bahasa Mandarin.
SEAQIL memberikan kesempatan meningkatkan kemampuan keterampilan bahasa Mandarin bersama penutur jati kepada 49 mahasiswa aktif atau lulusan baru bahasa Mandarin dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. KVBM tidak hanya memfasilitasi peserta pelatihan untuk berkomunikasi dengan para penutur jati, tetapi juga membuat proyek kolaborasi berupa video animasi yang menampilkan materi kebahasaan atau kebudayaan Cina. Selama pelatihan, peserta akan memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogis dengan bimbingan ahli dari SEAQIL dan Unika Atmajaya Jakarta serta dari 8 fasilitator dari Global Cultural Adventures (GCA) Cina.

Fasilitator dan peserta melakukan foto bersama.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Departemen Bisnis Internasional GCA Cina, Melinda Ma, memberikan respon terkait kemitraan antara SEAQIL dan CGA yang sudah terjalin sejak tahun 2020. Melinda menyampaikan, “Kami berbagi ide yang sama. GCA berfokus pada pendidikan dan budaya, serta platform pertukaran pendidikan internasional untuk kaum muda di seluruh dunia. Sedangkan SEAQIL berfokus pada peningkatan kualitas bahasa di kawasan Asia Tenggara, termasuk bahasa Mandarin. Oleh karena itu, kami berminat untuk mempromosikan bahasa dan budaya Mandarin melalui Klub Virtual Bahasa Mandarin.” Melinda juga berharap 8 fasilitator dari GCA dapat memberikan kontribusi lebih baik lagi dan jalinan kerja sama SEAQIL dan GCA untuk periode yang lebih panjang.
Pada akhir pembukaan, kedua belah pihak berharap dapat pula meningkatkan kerja sama sesuai dengan kebutuhan guru bahasa Mandarin, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Secara keseluruhan, SEAQIL dan GCA mengharapkan peserta dapat mencapai hasil yang baik, seperti pengembangan keterampilan bahasa Mandarin, dapat memproduksi video pembelajaran animasi berbahasa Mandarin, serta membangun koneksi dan kerja sama yang baik antar mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia.