SEAQIL tingkatkan kompetensi guru penggerak di NTB melalui MBKM Camp

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) bersama Tujuh SEAMEO Centre di Indonesia (7 SCI) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan Merdeka Belajar—Kampus Merdeka (MBKM) Camp pada Senin—Jumat [8—12/11]. MBKM Camp merupakan bentuk dukungan 7 SCI terhadap kebijakan MBKM Kemendikbudristek. Dalam MBKM Camp, SEAQIL mengusung tema Guru Peggerak Klub Literasi Sekolah di NTB.

Dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pendidikan NTB, Dr. H. Aidy Furqan, hadir dan memberikan sambutan mewakili Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Aidy menyampakan harapan Gubernur NTB, semoga melalui Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Camp, yang digagas oleh Mendikbudristek Nadiem Anwar Makriem, sejatinya bermakna kemerdekaan dan kebebasan bagi insan pendidikan agar mampu menghasilkan model pembelajaran yang baik, menghasilkan solusi yang terbaik untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan strategi yang tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan, serta berbagai pemikiran positif lainnya yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan.

Selain itu, Aidy menyampaikan bahwa MBKM harus dijadikan sebagai ajang untuk berani mencoba, berani berekspresi, berani bereksperimen, berani menjawab tantangan, berani berkolaborasi yang dapat memicu semangat untuk menjadikan pendidikan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, pelatihan bagi para stakeholder pendidikan penting dilakukan agar para pemangku kepentingan mendapatkan pemahaman yang utuh mengeni konsep dan kompetensi yang dibutuhkan, sehingga dapat menerapkan praktik-praktik baik dalam pelaksanaan MBKM sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

“Program MBKM, melalui MBKM Camp ini, juga diharapkan menjadi arah pembelajaran kedepannya dalam rangka melahirkan SDM berkualitas dan unggul, tak terkecuali guru-guru di NTB. Menyiapkan generasi unggul, sama halnya kita sedang menyiapkan masa depan bangsa karena pendidikan pada hakikatnya adalah pilar kemajuan bangsa. Saya ingin mengajak seluruh stakeholder pendidikan di NTB untuk mendukung program MBKM Camp bagi kemajuan dunia pendidikan, khususnya di NTB. Saya yakin dan optimis program MBKM Camp dapat mencapai kesuksesan dunia pendidikan untuk NTB yang gemilang”, kata Aidy.

Kepala LPMP Provinsi NTB, Dr. Mohammad Mustari yang turut memberikan sambutan dalam kegiatan MBKM Camp, atas nama LPMP Provinsi NTB, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada 7 SCI atas terselenggaranya kegiatan MBKM Camp. Kegiatan MBKM Camp adalah program kolaborasi antara 7 SCI, LPMP, Dinas Pendidikan, dan Universitas di NTB, khususnya dalam peningkatan kompetensi bagi guru, siswa, dan mahasiswa menuju NTB yang gemilang. Mustari berharap bahwa kegiatan MBKM dapat terlaksana dengan sukses dan maksimal.

Kegiatan selanjutnya dibuka oleh Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr. Zulhamsyah, mewakili Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Ir. Suharti, Ph.D.. Dalam sambutannya, Zulhamsyah menyampaikan bahwa dunia semakin mengglobal saat ini, tentunya perubahan adalah suatu keniscayaan yang harus kita sikapi dengan akal sehat, dengan budi luhur, dengan budaya yang kita miliki dan dunia semakin menguat dengan membentuk global citizenship.

“Ini tidak bisa kita hindari, bahkan di provinsi NTB tidak mungkin kita menolak kehadiran partisipasi dari belahan bumi lain. Global citizenship akan kita hadapi, kita harus siap mempertahankan apa yang menjadi tradisi dan budaya kita, tetapi kita juga harus mengadaptasi apa yang dibawa oleh budaya masyarakat global. Dunia pendidikan dan budaya Indonesia tidak akan bisa menghindari dengan segala perubahan yang sedang dihadapi dunia saat ini, termasuk digitalisasi yang sedang mewabah. Kita tidak bisa menghindari bagaimana mengembangkan mindset kita terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, dan integration of computer technology. Tetapi tentunya, dalam konteks pendidikan, kita bisa kemudian mengadopsi, mengadaptasi agar teknologi tidak membawa kita pada manusia robot”, ujar Zulhamsyah.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani yang menjadi salah satu pembicara kunci dalam memperkenalakan profil dan program unggulan SEAQIL mengajak para guru, khususnya guru bahasa, terlibat dalam program-pogram SEAQIL. Luh Anik menyampaikan beberapa program kerja SEAQIL tahun 2021, diantaranya pengembangan modul seri penilaian dan praktik baik pengajaran bahasa; pelatihan metodologi pengajaran berorientasi HOTS; pelatihan metodologi pengajaran bahasa; pelatihan kecakapan abad 21 untuk pemelajaran bahasa; klub virtual bahasa Mandarin; Klub Literasi Sekolah, dll. Selain itu, Luh Anik turut mempromosikan kompetisi storytelling tingkat Asia Tenggara yang dieselenggarakan oleh SEAQIL untuk guru dan pemelajar bahasa. Luh Anik juga mengajak para guru untuk terlibat aktif dalam publikasi SEAQIL, seperti publikasi artikel ilmiah populer mealui majalah LINGO.

Dalam pelaksanaan MBKM Camp ini, SEAQIL melakukan serangkaian kegiatan, yakni a) penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, serta Dinas Pendidikan Kota Mataram; b) pameran untuk mengenalkan dan mempromosikan program-program SEAQIL; dan c) pelaksanaan MBKM Camp Guru Penggerak Klub Literasi Sekolah. Kegiatan tersebut diikuti oleh 20 guru bahasa jenjang SMA/SMK dari Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, dan Kabupaten Lombok Timur serta lima mahasiswa dari Universitas Mataram dan Universitas Muhammadiyah Mataram. Dalam kegiatan ini, SEAQIL melibatkan empat instruktur, yakni Dr. Misbah Fikrianto dan Esra Nelvi M. Siagian (SEAQIL), serta Benny Arnas (Benny Institute) dan Pratiwi Retnaningdyah, Ph.D. (Universitas Negeri Surabaya).

Secara khusus, MBKM Camp yang diadakan SEAQIL berfokus pada a) pengembangan pengetahuan dan kemampuan guru bahasa jenjang SMA/SMK/sederajat dalam mendampingi kegiatan literasi siswa yang diselaraskan dengan pengajaran bahasa asing di kelas (extensive reading); b) pengembangan pengetahuan dan kemampuan guru bahasa guru bahasa jenjang SMA/SMK/sederajat dalam merencanakan aktivitas literasi siswa melalui karya (menulis kreatif dan storytelling); c) realisasi kerja sama dengan satuan pendidikan, dinas pendidikan, perguruan tinggi, dan semua pihak terkait; dan d) publikasi yang luas terkait SEAQIL dalam program MBKM itu sendiri. (Mr)

×