SEAQIL tingkatkan kompetensi SDM  sekaligus tanamkan nilai nilai kebersamaan

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) megadakan pelatihan peningkatan kapasitas staf pada Kamis—Sabtu [18—20/10]. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Dewan Direksi dan staf SEAQIL. Secara khusus, kegiatan in bertujuan untuk meningkatkan aktualisasi diri SDM SEAQIL, serta membangun hubungan kekeluargaan dan kerja sama tim sehingga SDM SEAQIL dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan SEAQIL. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk aktivitas di dalam dan di luar kelas ini mengusung pembelajaran kepemimpinan, kerja kelompok, penyelesaian masalah, komitmen, dan komunikasi.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menyampaikan harapannya bahwa suasana kekeluargaan dan kebersamaan yang terjalin selama mengikuti kegiatan ini dapat terus berlanjut dalam suasana kerja di SEAQIL. Hal-hal yang kita pelajari selama mengikuti pelatihan tentunya dapat menjadi refleksi bersama dan diimplementasikan dalam konteks lingkungan kerja.

Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang penyegaran dari rutinitas kegiatan SEAQIL yang padat. Misbah berharap SDM SEAQIL dapat menjadi lebih dekat dan mengenal satu sama lain, mengingat jumlah SDM SEAQIL yang tidak banyak, tetapi juga tidak sedikit. Misbah juga mengajak SDM SEAQIL untuk dapat memaknai kegiatan team building yang dikemas dalam aktivitas menarik dan menyenangkan ini.

Salah satu pengajar dari trust.co, Rosiman, dalam sesi motivation training, menyampaikan beberapa hal terkait peningkatan kualitas SDM, yakni bagaimana pemahaman bertambah, pengetahuan meningkat, sikap dan perilaku lebih baik. Rosiman juga menjelaskan perubahan metodologi dalam pembelajaran, yakni dari pedagogi, andragogi menjadi heutagogi. Rosiman menjelaskan bahwa heutagogi adalah bagaimana sesorang mencari kurikulum sendiri untuk mengembangkan kemampuan diri sendiri bahkan memiliki kekhusussan (untuk belajar profesi) yang tidak ada di kurikulum lainnya.

“Organisasi akan besar jika mampu membangun soliditas organisasi itu sendiri. Kebersamaan SDM dapat menciptakan sesuatu yang lebih baik, selain juga SDM harus mampu membangun aspek soliditas yang mencakup aspek komunikasi, kerja kelompok, sinergi, membangun kepercayaan, dan komitmen (keterikatan dan partisipasi),” kata Rosiman.

Dalam kesempatan ini, SEAQIL juga memberikan sesi khusus kepada staf yang baru bergabung di tahun 2020 dan 2021 untuk menyampaikan kesan setelah bergabung dengan SEAQIL. Qisty Meisya Nugraha, staf Divisi Pelatihan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, mengungkapkan bagaimana kesan pertama bekerja di SEAQIL.

“SEAQIL memposisikan staf baru sebagai rekan yang sama-sama sedang belajar. Bagi saya, SEAQIL merupakan organisasi yang memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat berkerja dalam konteks regional bahkan internasional, selain tentunya bagaimana saya mematangkan implementasi keilmuan dan pengajaran bahasa (Prancis) yang saya tekuni,”ungkap Qisty. (/MR)

×