SEAQIL tingkatkan kompetensi 236 pengajar BIPA dari berbagai negara

SIARAN PERS
Jakarta, 22 Agustus 2022

SEAQIL tingkatkan kompetensi 236 pengajar BIPA dari berbagai negara

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Pelatihan Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring pada 22—26 Agustus 2022 (gelombang 1) dan pada tanggal 5—9 September 2022 (gelombang 2). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyegaran pengetahuan kepada pengajar BIPA melalui paparan materi dan forum berbagi praktik baik pengajaran BIPA. Melalui kegiatan ini, para pengajar diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pedagogisnya dalam pengajaran BIPA. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh 236 pengajar BIPA dari berbagai negara, khususnya kawasan Asia Tenggara.

 

 (Dari Kiri ke Kanan) Dubes LBBP untuk Myanmar (Yang Mulia Komisaris Jenderal Polisi Purnawirawan Prof. Dr. Iza Fadri) membuka Pelatihan Metodologi Pengajaran BIPA didampingi Direktur SEAQIL (Dr. Luh Anik Mayani), Deputi Direktur Program SEAQIL (Esra Nelvi M. Siagian), dan Deputi Direktur Administrasi SEAQIL (Dr. Misbah Fikrianto).

Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) untuk Myanmar, Yang Mulia Komisaris Jendral Polisi Purnawirawan Prof. Dr. Iza Fadri. Dubes Iza Fadri menyampaikan, “Pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing atau BIPA perlu terus menerus disesuaikan dengan perkembangan. Terkait hal ini, pengajar BIPA sebagai kunci dalam pembelajaran BIPA perlu secara kontinu mendalami bahasa Indonesia dan juga metodologi pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan. Sehubungan dengan hal tersebut, kami menyambut positif kegiatan Pelatihan Metodologi Pengajaran BIPA yang dilaksanakan oleh SEAQIL.”

“Para pengajar BIPA merupakan “duta-duta diplomasi budaya Indonesia” karena turut memperkenalkan Indonesia kepada bangsa lain melalui bahasa dan budaya. Di dalam diri pengajar BIPA terdapat unsur pemahaman lintas budaya, yakni aspek-aspek budaya Indonesia dan budaya penutur asing. Wawasan yang lebih lengkap mengenai keindonesiaan serta pemahaman mengenai karakteristik penutur asing dapat turut memperkaya pengajaran BIPA dalam tataran praktik di lapangan,” ungkap Dubes Iza Fadri.

Dubes Iza Fadri juga mengungkapkan, “Saya juga ingin menyampaikan apresiasi kepada SEAQIL yang terus mempromosikan pelatihan peningkatan kualitas pengajaran bahasa-bahasa di Asia Tenggara untuk meningkatkan pemahaman antarbangsa se-Asia Tenggara dan pemahaman mengenai budaya di Asia Tenggara oleh kawasan lain di dunia.”

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani melaporkan bahwa pelatihan ini telah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2021 sebanyak tiga kali. Dua di antaranya bekerja sama dengan KBRI Riyadh, Arab Saudi dan KBRI Bangkok, Thailand serta melibatkan 272 orang calon pengajar dan pengajar BIPA dari Arab Saudi, Indonesia, dan Thailand. Adapun hasil pelatihan tersebut adalah peningkatan kompetensi pedagogis peserta yang ditandai dengan kemampuan mereka dalam menyususn rencana pembelajaran BIPA.

Luh Anik mengungkapkan bahwa pelatihan BIPA tahun ini memungkinkan SEAQIL untuk menjangkau pengajar BIPA dari berbagai negara. Luh Anik menjabarkan bahwa peserta gelombang pertama berjumlah 110 orang yang berasal dari delapan negara, yakni Myanmar, Filipina, Indonesia, Thailand dan Timor-Leste (Asia Tenggara), serta Amerika Serikat, Bulgaria, dan Tiongkok. Sementara itu, lanjut Luh Anik, pada gelombang kedua, peserta berjumlah 126 orang yang berasal dari 11 negara yaitu Filipina, Indonesia, Laos, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam (Asia Tenggara) serta Amerika Serikat, Australia, Bulgaria, dan Tiongkok.

Luh Anik juga menjelaskan bahwa pengajar BIPA yang menjadi peserta pelatihan ini tidak hanya berasal dari instansi pemerintah, tetapi juga berasal dari lembaga kursus, perguruan tinggi, sekolah pendidikan kerja sama, Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), dan juga pengajar privat. Lebih lanjut, Luh Anik menyebutkan bahwa tim pengajar dalam kedua gelombang pelatihan ini berasal dari SEAMEO QITEP in Language dan instansi lain seperti APBIPA Bali, APPBIPA, INCULS UGM, SILN Yangon, SPK Canggu Community School, Universitas Indonesia, Keio University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, dan lembaga/sekolah penyelenggara BIPA lainnya, baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Sebagai informasi, acara pembukaan juga dihadiri oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari  KBRI Malaysia, KBRI Singapura, KBRI Thailand, dan KBRI Timor Leste, serta pejabat fungsi Penerangan dan Sosial Budaya dari KBRI Myanmar. Selain itu, materi pada Pelatihan Metodologi Pengajaran BIPA ini diselenggarakan dengan merujuk pada Standar Kompetensi Pengajar BIPA dan Silabus Diklat Metodologi Pengajaran BIPA yang telah dikembangkan oleh SEAQIL.

Tentang SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL)

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan pelayanan lainnya.

Narahubung:
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org
Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

×