SEAQIL terjemahkan Modul berorietasi HOTS ke dalam Bahasa Lao

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menerjemahkan Modul berorientasi HOTS ke dalam bahasa resmi Negara Anggota SEAMEO (bahasa Khmer, Laos, dan Vietnam). Upaya ini dilakukan atas dasar cakupan pelayanan SEAQIL yang meliputi kawasan Asia Tenggara. Setelah melakukan beberapa tahapan penerjemahan, SEAQIL menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Finalisasi Modul Terjemahan HOTS-Oriented Module (Bahasa Lao) pada Rabu [24/11].

Dalam penerjemahan modul berbahasa Lao ini, SEAQIL melibatkan kontribusi beberapa pihak, yakni  SEAMEO Regional Centre for Community Education Development (SEAMEO CED) dalam penerjemahan modul, serta penutur jati bahasa Lao, Khamsone LORXAYPAO, dalam proses pembacaan dan perbaikan (proofreading). Lebih lanjut, DKT ini bertujuan untuk membahas hasil proofreading hasil terjemahan modul pembelajaran berbasis proyek—dengan hasil yang diharapkan, yaitu tersedianya modul berbasis proyek dalam versi bahasa Lao yang baik dan benar menurut kaidah kebahasaan.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menyampaikan harapannya agar modul tersebut dapat dipahami dengan baik oleh penutur bahasa Lao. Luh Anik juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu SEAQIL dalam menyempurnakan penerjemahan Modul berorietasi HOTS (ke dalam Bahasa Lao), khususnya untuk modul pembelajaran berbasis proyek.

“Semoga penerjemahan modul ini dapat ditindaklanjuti tidak hanya sampai tahap penerjemahannya, tetapi bagaimana SEAQIL dapat mendiseminasikan modul tersebut melalui training yang mungkin akan disampaikan dalam bahasa Inggris oleh trainer dari SEAQIL. Akan tetapi, jika training akan lebih efektif disampaikan dalam Bahasa Lao, SEAQIL perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait, seperti SEAMEO Centre, perguruan tinggi, dan intitusi terkait lainnya. SEAQIL juga dapat mengambil penutur asli Bahasa Lao yang dapat berbahasa Inggris/Indonesia untuk menjadi mitra SEAQIL dalam mengajarkan materi tersebut kepada guru bahasa,” kata Luh Anik.

Merespons Luh Anik, Kamson menyampaikan bahwa modul tersebut sudah layak dan dapat dipahami dengan baik oleh penutur jati Bahasa Lao. Kamson menyarankan SEAQIL menggunakan bahasa Lao agar training dapat dilaksanakan di Laos scara menyeluruh.

SEAQIL berharap bahwa modul yang telah diterjemahkan dalam bahasa resmi Negara Anggota SEAMEO dapat didiseminasikan dengan maksimal kepada guru-guru di Asia Tenggara. Menariknya, dengan menerjemahkan modul tersebut, SEAQIL turut berperan dalam menyebarluaskan praktik baik model pembelajaran bahasa yang diterapkan di Indonesia. Semua produk SEAQIL dapat diunduh secara gratis di www.qiteplanguage.org.

×