SEAQIL siapkan Program Klub Literasi Sekolah 2022

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) melakukan sosialisasi awal terkait Program Klub Literasi Sekolah (KLS) 2022 kepada perguruan tinggi mitra pada Rabu [15/12]. Koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi program KLS 2021 sekaligus menjajaki masukan perguruan tinggi mitra terkait skema tentatif program KLS 2022, khususnya terkait pemagangan secara blended; dan skema konversi nilai magang mahasiswa program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Selain itu, SEAQIL juga telah melakukan penyusunan silabus program Klub Literasi Sekolah 2022 dengan melibatkan akademisi dan praktisi mitra SEAQIL pada Senin dan Selasa [13 dan 14/12].

Direktur SEAQIL, Dr Luh Anik Mayani, menyampaikan bahwa pertemuan koordinasi ini diharapkan dapat memberikan informasi awal kepada perguruan tinggi mitra SEAQIL tentang persiapan dan hal-hal terkait pelaksanaan program KLS 2022. “Karena pada akhir tahun 2021, pelaksanaan KLS tidak kita tuangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) secara khusus, dalam pertemuan ini, akan dibahas agenda apa saja yang perlu kita siapkan jika KLS ini akan menjadi PKS pelaksanaan KLS di perguruan tinggi masing-masing. Kami berharap program KLS 2022 juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk dapat melaksanakan kegiatan praktik magang, baik praktik mengajar maupun pengabdian masyarakat,” ungkap Luh Anik.

“Secara umum, KLS meningkatkan minat siswa dalam literasi baca-tulis; KLS meningkatkan frekuensi siswa mengunjungi perpustakaan; dan KLS setidaknya meningkatkan kompetensi siswa abad 21. Dari perspektif guru terhadap KLS, secara signifikan KLS dapat memotivasi siswa untuk menjadi lebih produktif dan kreatif menghasilkan karya sastra/jurnalistik; siswa menjadi lebih kritis tentang isu terkini dan kemampuan berdiskusi siswa menjadi lebih baik; siswa menjadi lebih percaya diri mengekspresikan pendapat, berbicara di depan publik, dll; siswa terbiasa membaca, memahami teks dengan lebih baik, dan dapat mereviu teks (berita, karya sastra, film, dll). Terkait manfaat KLS bagi mahasiswa, diperoleh hasil bahwa KLS bermanfaat bagi perkuliahan, karir, dan kehidupan mahasiswa,” ungkap Luh Anik.

Luh Anik juga menyampaikan, “Terkait peminatan dalam KLS, sesuai masukan guru, siswa, dan mahasiswa, SEAQIL memutuskan menambah peminatan untuk program KLS 2022, yakni peminatan public speaking yang mencakup debat dan orasi serta peminatan sastra yang tidak hanya berfokus pada cerpen, tetapi juga puisi. Selain itu, untuk pengembangan dan atas dasar permintaan dinas pendidikan mitra, program KLS 2022 juga diharapkan dapat ditawarkan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terkait ini, SEAQIL akan memfasilitasi jika memang hasil survei pemetaan sekolah dapat turut mendukung hal ini”.

Luh Anik juga menyampaikan bahwa “Program KLS sudah SEAQIL bawa ke tingkat SEAMEO Secretariat melalui Centre Director Meeting (CDM) dan High Official Meeting (HOM) dengan hasil dukungan 11 kementerian pendidikan agar KLS dapat dilaksanakan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga negara Asia Tenggara lain, yakni negara dengan skor PISA rata-rata di bawah 487 (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philippines, dan Thailand). Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk melakukan pemagangan di negara-negara Asia Tenggara tersebut. Jika bukan sekolah di negara tersebut, setidaknya akan kami coba untuk Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) di empat negara tersebut. Untuk pelaksanaan program KLS 2022, SEAQIL akan melakukan perekrutan mahasiswa dan TOT pada Januari dan pelaksanaan KLS pada Februari.

Sebelum koordinasi dengan perguruan tinggi mitra dilakukan, SEAQIL juga telah menyusun silabus TOT mahasiswa pendamping dengan komposisi 14 jam pelajaran (JP) untuk materi umum dan 32 JP untuk materi pemintan. Dalam hal ini, SEAQIL melibatkan akademisi dan praktisi, yakni Benny Arnas dari Benny Institute (Cerpen); Elis Setiati dari Balai Bahasa Kalimantan Tengah (Puisi); Albard Khan dan Fatma Oryza dari UIN Sunan Ampel (Debat); tim SEAQIL (Orasi); Dr. Yulianeta dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Eros Meilina Sofa dari IAIN Pekalongan (Storytelling); serta Ferry Kisihandi dari Republika dan Ujang Sunda dari Rakyat Merdeka (Jurnalistik).

“Untuk program KLS 2022 yang sedang kami rancang, sambil berjalan, kami mohon masukan kepada perguruan tinggi mitra untuk penyempurnaan dan pelaksanaan program ini. SEAQIL berharap skema-skema yang ditawarkan, baik pelaksanaan KLS secara luring maupun daring mendapatkan respons dari perguruan tinggi mitra, terutama dalam penentuan sekolah secara tertutup. Jika memang skema tertutup ini bisa menjadi pilihan yang baik bagi sekolah maupun mahasiswa dan perguruan tinggi, SEAQIL akan mendukung dari perizinan ke sekolah dan dinas pendidikan. Akhir kata, SEAQIL tidak bisa berjalan sendiri dalam pelaksanaan program KLS 2022, bersama kita dapat mendukung program MBKM secara baik,” kata Luh Anik. (/MR)

×