SEAQIL motivasi guru terapkan digital storytelling

SEAQIL Vodcast Live hadir kembali menemani santai sore para pendidik bahasa dengan topik “Praktik Baik Digital Storytelling. Bagaimana Penerapannya di Kelas?” SEAQIL Vodcast Live telah memasuki episode 13 yang tayang pada Selasa, 26 Juli 2022 melalui Zoom dan kanal YouTube SEAQIL. SEAQIL mengundang Hani Haliani sebagai narasumber dan dipandu Meyrinda Tobing sebagai pewara.

Hani menyampaikan, “Dalam pembelajaran digital storytelling ini, kita bisa membangun rasa percaya diri siswa untuk menghasilkan sebuah proyek, untuk nantinya dapat mereka lihat dan presentasikan. Digital storytelling juga dapat dijadikan sebuah proyek terkait P5/Profil Pelajar Pancasila. Nah, langkah-langah apa yang harus dilakukan? Dalam membuat digital storytelling, guru melakukan pendampingan siswa mulai dari membuat storyboard, pengenalan aplikasi sederhana, integrasi storyboard dengan aplikasi, serta editing dan finishing.”

Hani juga menjelaskan manfaat dari digital storytelling, di antaranya pembelajaran storytelling menyenangkan karena menampilkan ide dan kreativitas siswa. Storytelling, lanjut Hani, merupakan pembelajaran bermakna yang melekat pada kehidupan siswa. “Siswa juga menjadi aktif dalam menciptakan dan mengeksplorasi ide-ide baru, menumbuhkan dan keingintahuan dan ketertarikan pada pembelajaran. Namun, guru perlu mengingat bahwa digital storytelling adalah media dan muatannya tetap pembelajaran,” kata Hani.  

Hani menjelaskan, “Guru juga perlu memahami hal-hal yang menjadi tantangan dalam digital storytelling, yakni guru harus mampu mengarahkan siswa untuk tetap berfokus pada inti cerita yang dibuat, mampu memberikan instruksi yang jelas, mampu memberikan arahan terkait ide, dan mampu mengarahkan siswa dalam penggunaan aplikasi untuk membuat digital storytelling.”

Lebih lanjut, Hani menyampaikan bahwa penyusunan proyek digital storytelling dapat dilakukan secara berkelompok. Untuk itu, guru harus mampu mengarahkan pembagian tugas setiap siswa dengan jelas. Selain itu, kata Hani, guru perlu mengelola proyek agar dapat dilaksanakan secara efektif. Menurut Hani, digital storytelling dapat dikembangkan dengan aplikasi sederhana, namun hasilnya maksimal. Hani mengungkapkan, jika siswa menggunakan aplikasi pembuatan video yang lebih kompleks, pasti siswa akan memerlukan waktu lebih lama  dan bahkan biaya yang lebih besar.

“Walaupun ide cerita dibuat oleh siswa, tetapi guru bisa memberikan pertanyaan awal untuk siswa membentuk ide cerita. Pada saat pembuatan storyboard, guru dapat memberikan pertanyaan awal, misalnya terkait tema cerita yang lebih spesifik. Pada tahap pengintegrasian aplikasi dan storyboard, siswalah yang memutuskan aplikasi apa yang mereka pakai dan guru dapat kembali memberikan masukan dengan mengonfirmasi apa yang telah dilakukan siswa. Pada tahap editing and finishing, guru dapat memberikan sebuah refleksi, apakah hasil proyek siswa sesuai tujuan awal atau tidak.

Menjawab pertanyaan dari Rahmat Mulya, guru SMKS Rangkas Bitung Banten mengenai cara mendampingi siswa yang belum berpengalaman untuk menghasilkan digital storytelling, Hani menegaskan, “Saya yakin bahwa siswa sekarang lebih jago dalam hal digital, walaupun kita belum mengeksplorasi kemampuan mereka. Jadi, guru dapat memberikan ruang dan kesempatan eksplorasi bagi siswa untuk berkembang.” (/MR)

---

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 13 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×