SEAQIL terlibat bersama SEAMEO Secretariat untuk merayakan HUT ke-56 SEAMEO. SEAQIL membagikan pencapaian dan rencana masa depannya yang luar biasa pada SEAMEO symposium on SEAMEO Centres: Yesterday-Today-Tomorrow, and the Launch of SEAMEO CARES Toolkit on Remote Teaching and Learning [25/11].

Direktur SEAMEO Secretariat, Dr. Ethel Agnes P. Valenzuela menyampaikan apresiasinya kepada seluruh Centre yang telah berpartisipasi dalam simposium tersebut. “Perayaan HUT ke-56 SEAMEO melalui simposium ini tidak akan terjadi tanpa kolaborasi dan kontribusi dari SEAMEO Regional Centre kami yang berbagi pencapaian luar biasa dan mempresentasikan rencana kontribusi masa depan mereka selama pandemi Covid-19 dan bahkan setelahnya. Mereka membahas inovasi berwawasan ke depan yang dapat menguatkan kembali wilayah regional kita (Asia Tenggara) di kehidupan pasca-Covid," kata Ethel.
Pada acara spesial ini, SEAMEO meluncurkan SEAMEO Toolkit tentang Pengajaran dan Pembelajaran Jarak Jauh. Menurut Ethel, toolkit ini menjadi sumber yang berguna bagi guru yang perlu mengambil bagian dalam pembelajaran jarak jauh terlepas dari modalitas, seperti digital atau analog. Ethel juga memperkenalkan SEAMEO Youth Connect untuk melibatkan siswa dan pemuda dalam program SEAMEO.

Berpartisipasi dalam simposium tersebut, Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, mengucapkan selamat kepada SEAMEO atas pencapaian luar biasa SEAMEO yang ke-56. “Kami berharap SEAMEO akan memimpin kami di tahun-tahun mendatang dalam menciptakan inovasi cepat dan kerja sama regional dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di Asia Tenggara,” kata Luh Anik.
Luh Anik menambahkan,“Sebagai bagian dari SEAMEO, kami, SEAMEO QITEP in Language, juga merasa bangga telah menyediakan program dan kegiatan yang berkualitas bagi ribuan guru bahasa serta tenaga kependidikan di wilayah tersebut”.
Luh Anik kemudian membagikan informasi mengenai pengelolaan yang baik dan rencana ke depan SEAMEO QITEP in Language. Dari paparan tersebut terungkap bahwa selama kondisi pandemi, SEAQIL juga mengintegrasikan berbagai topik dalam pengajaran bahasa untuk mempromosikan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna dengan tetap mengacu pada kebijakan nasional dan daerah.
Sejak tahun 2020 SEAQIL menggeser mode pelatihan dari moda luring ke daring dan/atau moda campuran dan setiap perubahan dan inovasi berkat kemajuan teknologi. Pencapaian SEAQIL yang dibagikan dalam simposium ini mencakup a) peningkatan kompetensi pedagogis (metodologi pengajaran bahasa berorientasi HOTS, keterampilan abad ke-21 untuk guru bahasa; metodologi pengajaran untuk Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), metodologi penelitian untuk pengajaran bahasa); b) peningkatan kompetensi profesional (peningkatan kompetensi guru); dan c) program inovasi (Listening to Asia: Building ASEAN Community through Storytelling Competition dan Klub Literasi Sekolah).
Dalam simposium tersebut, Luh Anik juga memberikan tanggapannya atas pertanyaan audiens mengenai tantangan dan batasan baru yang dia lihat di masa mendatang yang ingin diatasi oleh SEAQIL dan mengapa mengatasi tantangan ini atau menjelajahi perbatasan baru itu penting.
Luh Anik menjelaskan, “Tantangan yang harus dihadapi ke depan adalah integrasi TIK dalam pendidikan. Untuk mencapainya, kita tidak hanya membutuhkan sistem atau platform pembelajaran jarak jauh, tetapi kita juga perlu “mendigitalkan” para guru. Dalam artian bahwa SEAQIL perlu menyediakan lebih banyak program/kegiatan/sumber belajar yang memungkinkan guru untuk membekali diri dengan kompetensi belajar mengajar berbasis digital. Keterampilan pedagogis dan teknis penting bagi guru untuk merancang pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik. Jadi, dengan mengatasi tantangan ini, teknologi dan membekali guru dengan keterampilan untuk menguasainya, juga akan memberikan siswa kita untuk mendapatkan kesempatan yang lebih baik dan sama untuk pendidikan".
Simpulannya, SEAQIL akan terus berubah, beradaptasi, dan berkembang untuk memastikan bahwa SEAQIL akan memenuhi kebutuhan guru bahasa di Asia Tenggara. “SEAQIL berharap dapat melakukan perjalanan yang lebih baik dengan para pemangku kepentingan dan penerima manfaat dalam menciptakan inovasi yang dapat membentuk kembali kawasan kita di kehidupan pasca-Covid untuk tahun-tahun mendatang,” kata Luh Anik. (/MR)