SEAQIL kumpulkan korpus untuk  pengembangan Kamus Pembelajaran BIPA Level 1

Melibatkan peran aktif pakar pengajaran BIPA dalam memperkaya sumber pengajaran BIPA, SEAQIL mengumpulkan korpus pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Level 1. Pada Kamis [14/10], SEAQIL melakukan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) tahap I terkait pengumpulan korpus kamus tersebut. Dengan adanya penyususnan kamus, para pengajar BIPA diharapkan dapat memiliki kosakata yang sesuai dengan materi ajarnya. Para pemelajar, sebaliknya, akan dapat memperkaya kosakata yang mereka miliki.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M Siagian, menyampaikan bahwa latar belakang kegiatan ini, yakni terkait tugas dan fungsi SEAQIL sebagai organisasi yang bertugas meningkatkan kompetensi pengajar bahasa, salah satunya pengajar BIPA. Oleh karena itu, Esra menyebutkan bahwa SEAQIL telah melakukan berbagai kegiatan ke-BIPA-an, termasuk penyusunan Standar Kompetensi Pengajar BIPA, pelatihan/seminar dan berbagai hal yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengajar BIPA. Esra juga menjelaskan bahwa upaya ini merupakan bentuk dukungan SEAQIL pada kebijakan Kemendikbudristek dalam mempromosikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi di Asia Tenggara.

“Upaya pengumpulan korpus kamus pembelajaran BIPA ini merupakan realisasi dari simpulan kegiatan SEAQIL webinar series on language yang dilaksanakan pada tahun 2020. Salah satu simpulan dari pelaksanaan webinar tersebut adalah kurangnya media dukung belajar BIPA, kuhusunya untuk memahami makna kata yang dipelajari oleh pemelajar BIPA, baik di dalam maupun luar Indonesia. Oleh karena itu, dari hasil metaanalisis tersebut, kami melihat perunya dibuat kamus khusus untuk pengajar BIPA yang dapat bermanfaat secara praktis di lapangan yang dapat dimanfaatkan oleh pengajar, pemelajar, dan penulis bahan ajar BIPA” kata Esra.

Esra juga menjelaskan bahwa SEAQIL akan melaksanakan beberapa pertemuan untuk dapat lebih memerinci seperti apa kamus tersebut akan dibuat. Menurut Esra, saat ini SEAQIL akan fokus pada pembuatan korpus sebagai langkah awal atas dasar rekomendasi dari rapat persiapan yang sudah dilaksanakan sebelumnya yang juga dihadiri oleh pakar penyusunan kamus. Jadi, Esra menegaskan, target SEAQIL pada tahun ini adalah menyusun korpus, yakni mematangkan data mentah atau entri-nya, baru kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kamus. Selanjutnya, Esra menyebutkan bahwa langkah-langkah yang disepakati dalam pengumpulan korpus ini, diantaranya tim akan mengumpulkan buku-buku BIPA level 1 yang nantinya akan diolah.

Dalam kegiatan ini, SEAQIL melibatkan delapan pakar pengajaran BIPA dari berabagi institusi, yakni Roslina Sawitri (Universitas Katolik Parahyangan); Choirul Asari (Pengajar BIPA Mandiri); Ellis R. Artyana (Selasar Bahasa); Cynthia Vientiani (Pengajar BIPA Mandiri); Ni Made Verayanti Utami (Universitas Mahasaraswati); Rosmalela Sidik (Pengajar BIPA Mandiri); Muhammad Ridwan (UIN Syarif Hidayatullah); dan Christine Permata Sari (Universitas Sanata Dharma). SEAQIL berharap bahwa korpus yang telah terkumpul dapat diolah dengan baik menjadi kamus yang bermanfaat bagi pemelajar BIPA dalam pemerolehan kosakata yang memadai untuk berkomunikasi dan menyampaikan ide serta gagasannya dengan baik. (Mr)

 

×