SEAQIL kuatkan kompetensi guru dalam melakukan PTK

Dr. Misbah Fikrianto, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL (atas), dan Esra Nelvi M. Siagian, Deputi Direktur Program SEAQIL (bawah) menyambut peserta Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa pada Rabu [18/3]. Pelatihan diikuti oleh 100 guru bahasa Arab, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Prancis yang mengajar pada jenjang SMP, SMA, dan yang sederajat di Indonesia atau Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN). Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa akan berlangsung pada 18 Mei—9 Juni 2022.

Pelatihan ini dibuka oleh Dr. Misbah Fikrianto, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, dengan sebelumnya diawali oleh penyampaian laporan kegiatan oleh Esra Nelvi M. Siagian, Deputi Direktur Program SEAQIL. Dalam laporannya, Esra menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara daring dengan skema sinkron dan asinkron yang dilakukan pada hari Senin, Rabu, dan Jumat pada pukul 13.00—selesai. Kegiatan tersebut juga mencakup diskusi, pemaparan materi dari narasumber, dan tugas-tugas mandiri yang diberikan kepada peserta.

Esra menyampaikan, “Kami berharap Bapak/Ibu guru yang menjadi peserta kegiatan dapat menghasilkan proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dan proposal yang dibuat tidak hanya sekedar tugas saja, tetapi proposal yang benar-benar bisa diaktualisasikan. Itu capaian yang kami harapkan.”

Lebih lanjut, Esra menyampaikan tujuan kegiatan pelatihan ini, antara lain untuk memperdalam wawasan, serta menguatkan kompetensi guru bahasa dalam melakukan PTK terkait pengajaran bahasa.


SEAQIL dan peserta kegiatan pelatihan melakukan sesi foto bersama

Dalam sambutannya, Misbah mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah mendukung kegiatan pelatihan ini. Misbah menyampaikan bahwa SEAQIL sangat berkomitmen dalam meningkatkan kompetensi guru bahasa maupun tenaga kependidikan, baik di tingkat nasional maupun Asia Tenggara.

“SEAQIL merancang beberapa kegiatan yang senada dengan kebijakan Merdeka Belajar--Kampus Merdeka, dan kebijakan lainnya yang terdapat di Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. SEAQIL berharap guru, sekolah maupun dinas pendidikan untuk melakukan kerja sama, berkolaborasi, dan bahu-membahu untuk menyukseskan pembinaan program pengembangan kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan, khususnya di bidang bahasa,” tutur Misbah.

Misbah juga menyampaikan bahwa SEAQIL memiliki mandat untuk meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, salah satunya dengan menyelenggarakan Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa. “Riset ini menjadi penting, baik itu PTK atau lainnya. Riset ini tidak hanya bisa untuk meningkatkan pangkat, juga sebagai kontribusi untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi, karena kreativitas dan inovasi merupakan elemen vital peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Indonesia dan secara global,” ungkap Misbah.

Misbah menegaskan bahwa pelatihan ini sangat strategis dan bermanfaat bagi guru yang menjadi peserta pelatihan, tidak hanya menciptakan product based, serta menjadi trainer of trainer, para guru juga bisa menjadi ujung tombak dari kegiatan pengembangan riset pengajaran bahasa atau PTK di bidang bahasa. Menurut Misbah, dengan adanya kegiatan pelatihan ini, kita bisa meningkatkan kemampuan bahasa lisan dan tulisan yang kita miliki dan, menjadikan kita sebagai SDM yang unggul.

SEAQIL berharap pelatihan yang bekerlanjutan ini dapat mendorong para guru untuk melakukan penelitian secara aktif dan inovatif. Sebagai tindak lanjut, para guru juga berkesempatan melakukan penelitian bersama para dosen dari perguruan tinggi mitra SEAQIL.

Semua informasi mengenai program SEAQIL dapat diakses melalui www.qiteplanguage.org. (TG/MR)

×