SEAQIL kenalkan guru dengan digital storytelling

SEAQIL Vodcast Live (SVL) hadir kembali menemani santai sore para pendidik bahasa dengan topik “Digital storytelling 101: Apa saja yang perlu diketahui guru di era modern?”. SEAQIL Vodcast Live telah memasuki episode 11 yang tayang pada Selasa, 5 Juli 2022 melalui Zoom dan kanal Youtube SEAQIL. SEAQIL mengundang Made Hery Santosa, Ph.D. (Dosen Universitas Pendidikan Ganesha) sebagai narasumber dan Meyrinda Tobing sebagai pewara.

Hery berbagi wawasan dengan para audiens SVL mengenai digital storytelling mulai dari konsep, perbedaan digital dan traditional storytelling, tema dan materi yang dapat dikembangkan, persiapan dan proses yang diperlukan, hingga integrasi digital storytelling di dalam kelas dengan kebijakan Merdeka Belajar dan karakteristik pembelajaran di abad ke-21. Hery menerangkan bahwa di zaman digital, kita bisa maju dan membuat cerita digital. Hery juga menjelaskan bahwa cerita digital adalah presentasi dalam bentuk multimedia untuk mendukung cerita yang kemudian bisa ditampilkan melalui kanal digital, seperti YouTube, Spotify, dll.

“Ketika seseorang melakukan storytelling, itu artinya dia sedang menceritakan isinya dengan menggunakan berbagai media sambil mengajak audiensnya berimajinasi. Di zaman digital, proses bercerita yang dulunya foto/gambar dua dimensi, kini bisa dikombinasikan dengan teknologi terbaru, seperti video, voice over, narasi atau dalam bentuk teknologi lebih canggih, seperti augmented reality dan artificial intelligence,” kata Hery.

Hery menyampaikan, “Kalau guru ingin mengajak siswa membuat cerita digital, guru harus memahami elemen-elemen penting dari sebuah cerita, yakni sudut pandang cerita, pertanyaan kunci tentang apa yang ingin dipecahkan dalam cerita, muatan emosional cerita yang dibalut narasi yang menarik dan powerful, personalisasi, apakah konten berlebihan atau kurang, latar musik, dan pacing atau ritme mendongeng. Personalisasi pembelajaran penting, utamanya dalam konsep abad ke-21 dan Merdeka Belajar karena di sanalah kreativitas dan imajinasi bisa muncul. Selain elemen dasar, guru harus memahami tujuan dari cerita. Guru juga perlu untuk menentukan perspektif cerita apakah positif, encouraging, sharing experience, dsb.”

Hery menjelaskan bahwa guru bisa mengintegrasikan digital storytelling di dalam kelas dengan merangkainya dalam pembelajaran berbasis proyek yang disebut digital story project. Menurut Hery, guru dapat menggunakan digital storytelling untuk digunakan siswa dalam aktivitas menceritakan kembali, mendokumentasikan, menyimulasi, menyusun presentasi, membuat pengumuman, dll. Aktivitas ini, lanjut Hery, dapat membantu siswa berimajinasi, berpikir kritis, dan melek literasi digital bahkan sampai dengan tahapan menciptakan sesuatu.

“Namun demikian, guru tidak boleh melupakan digital pedagogy/tahapan-tahapan belajar siswa yang berhubungan dengan abad ke-21. Guru dapat menggunakan sumber-sumber dan peralatan digital. Dalam aspek pedagogi, guru dapat menjadi sumber informasi (untuk pemelajar muda), berbagi dan belajar bersama (untuk pemelajar dewasa), mengajarkan siswa berpikir otonom, mengajarkan siswa berkolaborasi dengan temannya, dan jangan lupakan potensi teknologi untuk memahami sesuatu. Fokuslah bagaimana membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran dengan bantuan teknologi,” ungkap Hery.

Dalam sesi tanya jawab, salah satu audiens menanyakan keterkaitan apakah antara digital storytelling dan membaca ekstensif. Hery menjelaskan bahwa membaca ekstensif sangat erat hubungannya dengan digital storytelling. Menurutnya, konsep membaca ekstensif adalah membaca untuk kesenangan atau dalam suasana yang tidak dipaksakan. Hery menambahkan bahwa membaca tema-tema menarik dalam suasana menyenangkan akan membuat siswa nyaman membaca dan membantu mereka dalam banyak hal dengan wawasan dari membaca. “Siswa sangat disarankan untuk membaca!” tegasnya. (MR)

---

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 11 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×