SEAQIL garap naskah video pembelajaran BIPA

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menggarap draf naskah video pembelajaran BIPA yang dikemas dalam lokakarya daring pada 23—27 Agustus 2021. Sebanyak 30 pengajar BIPA dari berbagai lembaga dan empat pakar seni dan film (Akademi Film Yogyakarta, Atlantis Pictures, dan Institut Kesenian Jakarta) dilibatkan dalam kegiatan ini. SEAQIL akan melakukan seleksi dan finalisasi draf naskah yang telah dikembangakan oleh peserta sebelum diproduksi menjadi video praktik baik pembelajaran BIPA yang dikemas dalam bentuk video dokumenter, video podcast, dan bentuk video lainnya.

Jakarta, 23 Agustus 2021---SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Lokakaraya Penyusunan Naskah Video Pembelajaran BIPA pada 23—27 Agustus 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta terkait penulisan naskah video pembelajaran, serta membimbing peserta dalam menyusun draf naskah video pembelajaran BIPA berdasarkan praktik baik yang dimilikinya.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, dalam sambutan pembukaannya, menyatakan bahwa SEAQIL mengaktifkan diri kembali untuk dapat membantu promosi pembelajaran BIPA di Indonesia dan Asia Tenggara. Luh Anik berharap lokakarya ini dapat menjadi kontribusi SEAQIL dalam pengembangan media pembelajaran BIPA yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan pemelajar BIPA.

“Yang terpenting, karena situasi pendemi yang tidak dapat kita prediksi ujungya, SEAQIL berharap video pembelajaran yang dihasilkan dapat mendukung pembelajaran BIPA secara mandiri. Selain itu, video atau media pembelajaran yang kita hasilkan harus mutakhir. Oleh karena itu, narasumber diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang video-video yang mungkin lebih banyak diminati oleh penonton”, ungkap Luh Anik.

Menurut Luh Anik, BIPA menjadi spesial karena yang kita informasikan tidak semata-mata ilmu kebahasaan, tetapi juga muatan kebudayaan.  Semoga yang nanti disajikan, imbuh Luh Anik, tentu praktik baik pengajaran BIPA yang tidak melupakan unsur budaya yang menjadi daya tarik bagi pembelajaran BIPA.

“SEAQIL mengambil peran dalam ke-BIPA-an, salah satu alasannya karena SEAQIL bersama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa tercantum dalam Rencana Aksi Nasional, terutama dalam Cetak Biru Masyarakat Sosial Budaya ASEAN 2025, untuk Pilar Sosial Budaya Indonesia, dengan target meningkatkan jumlah warga negara asing yang mengikuti pembelajaran BIPA”, tegas Luh Anik.

Saat ini, ungkap Luh Anik, dikutip dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, jumlah penyelenggara BIPA di Asia Tenggara ada 233 lembaga yang menyelenggarakan mata pelajaran/mata kuliah, ekstrakurikuller, dan bahkan program studi BIPA. Lebih lanjut, Luh Anik menjelaskan bahwa SEAQIL bekerja sama dengan beberapa lembaga penyelenggara BIPA dalam pengembangan program BIPA, khususnya untuk saat ini, yakni penyusunan Standar Kompetensi Pengajar BIPA yang kemudian akan dilanjutkan dengan pengembangan silabus pelatihan pengajar BIPA, pengembangan metodologi pengajaran BIPA, serta pengembangan sumber belajar.

Sejalan dengan Luh Anik, Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, menjelaskan bahwa SEAQIL menyelenggarakan kegiatan ini sebagai implementasi tugas SEAQIL untuk meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di kawasan Asia Tenggara, terutama di bidang bahasa. Esra meneyebutkan bahwa SEAQIL memilih mengembangkan video praktik baik agar menginspirasi para pengajar BIPA. Esra berharap lokakarya ini dapat bermanfaat dalam menambah pengetahuan peserta terkait penulisan naskah video pembelajaran berdasarkan praktik baik yang dimiliki.

“Target pengembangan video adalah adanya muatan praktik baik pembelajaran BIPA dari pengajar–pengajar terbaik BIPA, serta menginspirasi pengajar BIPA lain sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya, selain menunjukkan kekhasan pembelajaran BIPA di berbagai daerah di Indonesia. Sasaran audiens video yang dikembangkan adalah pengajar BIPA baik di Indonesia maupun di luar Indonesia dan video akan dikembangakan dalam bentuk video dokumenter, video podcast, dan bentuk video lainnya”, jelas Esra.

 

Tentang SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL)

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbud dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa (Bahasa Indonesia sebagai Penutur Asing (BIPA), Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan pelayanan lainnya.

 

Narahubung:
M. Masrur Ridwan (+62) 8587-5063-937
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org
Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

×