SEAQIL finalisasi naskah video pembelajaran BIPA

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Lokakarya Finalisasi Naskah Video Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) secara daring pada Senin—Jumat [6—10/9]. Kegiatan yang melibatkan pakar perfiman ini bertujuan untuk menyempurnakan atau memfinalkan draf naskah video agar siap diproduksi. Melalui video, SEAQIL berharap dapat menyajikan contoh pembelajaran dengan cara memvisualisasikan praktiknya di kelas secara langsung sehingga penonton mendapat gambaran yang lebih nyata dibandingkan dengan penjelasan secara tertulis. Secara khusus, SEAQIL berharap dapat membantu pengajar-pengajar BIPA dalam meningkatkan kualitas pengajarannya melalui pengalaman pengajar lain yang tersaji dalam video.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menjelaskan bahwa hal-hal yang menjadi dasar SEAQIL untuk mengembangkan video pembelajaran bahasa, baik BIPA, bahasa ibu maupun bahasa asing, diantaranya terkait kebermanfaatan video, potensi video selama PJJ/situasi pandemi, fungsi video yang tetap dapat dimanfaatkan baik dalam pembelajaran daring/luring, dsb.

“Terkait kebermanfaatan, video dapat memperkaya bahan pembelajaran bahasa secara daring dan/atau luring; para guru yang menonton video juga dapat terinspirasi praktik pembelajaran bahasa secara daring dan/atau luring; serta dengan pengembangan video pembelajaran ini, kita dapat sama-sama menumbuhkan kreativitas guru dalam penulisan materi pembelajaran, seperti naskah materi video,” ujar Luh Anik.

Selain itu, Luh Anik juga menjelaskan alasan mengapa daring menjadi perhatian selama situasi pandemi. Luh Anik kemudian menyampaikan beberapa temuan survei yang diadakan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Federasi serikat Guru Indonesia (FSGI), yakni hanya 8% guru yang terbiasa dengan pembelajaran berbasis digital; 9,6% guru belum pernah melaksanakan pembelajaran berbasis digital; 82,2% guru sebatas menggunakan sosial media; dan hanya 8,8% guru memberikan tugas berbeda kepada siswa dengan keterbatasan fasilitas PJJ. Menurut Luh Anik, temuan ini merupakan satu hal yang membuat SEAQIL fokus dalam pengembangan media pembelajaran berbentuk video yang dapat digunakan untuk pembelajaran baik secara daring maupun luring.

“Data lain yang dapat mendukung kami dalam pengembangan video adalah dengan kenyataan bahwa berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat secara signifikan sekitar 73,7% dari periode 2019 hingga kuartal II 2020. Dari data tersebut, salah satu temuan menariknya, yakni hanya 0,6% penduduk Indonesia yang mengakses layanan informasi pendidikan. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi kita untuk meningkatkan minat publik melalui peningkatkan fasilitas pendidikan yang lebih baik,” kata Luh Anik.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, melaporkan bahwa pada lokakarya yang pertama, SEAQIL mendampingi 30 peserta untuk mengembangkan naskah yang kemudian diseleksi dan difinalkan. Esra menerangkan bahwa SEAQIL telah menyeleksi 16 peserta dengan naskah terpilih untuk mengikuti lokakarya ini. Esra juga menjelaskan bahwa peserta berasal dari berabagi daerah di Indonesia, yakni Bali (3 orang), Banten (1 orang), DI Yogyakarta (2 orang), DKI Jakarta (1 orang), Jawa Barat (4 orang), Jawa Tengah (1 orang), and Jawa Timur (4 orang).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang baik pengajar BIPA mandiri maupun sekolah dan lembaga BIPA perguruan tinggi, yakni, Canggu Community School Bali, Politeknik Negeri Jember, Universitas Airlangga, UIN Syarif Hidayatullah, Universitas Indonesia, Universitas Mahasaraswati, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Sanata Dharma.

Dari 16 peserta tersebut, Esra menjelaskan, terdapat 8 naskah video dokumenter dan 8 naskah vodcast yang kemudian akan diseleksi kembali. Melalui berbagai tahapan kegiatan pengembangan video yang telah dilaksanakan, SEAQIL berharap dapat memproduksi video yang berkualitas dan bermanfaat bagi pengajar-pengajar BIPA.

×