SEAQIL finalisasi Silabus Diklat Metodologi Pengajaran BIPA

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) finalisasi silabus diklat Metodologi Pengajaran BIPA dengan moda campuran pada Kamis [16/12]. Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk memfinalisasi draf silabus kompetensi pedagogis dan silabus kompetensi profesional. Melalui kegiatan ini, SEAQIL juga berupaya menghasilkan pemetaan materi yang dapat disusun menjadi kerangka modul pelatihan BIPA pada tahun depan.

Dalam kegiatan ini, SEAQIL menghadirkan secara daring dan luring pakar BIPA yang juga menjadi tim penyusun silabus, yakni Agung Prasetia, Editia Herningtias, dan Erni C. Westi (Lembaga Bahasa Internasional, FIB Universitas Indonesia); Rahmi Yulia Ningsih (Universitas Bina Nusantara); Paulina Chandrasari Kusuma (Universitas Atma Jaya, Jakarta); dan Agus Soehardjono (Wisma Bahasa Yogyakarta). Dalam kesempatan ini, SEAQIL mengundang A.M. Yusri Saad (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbangbuk Kemdikbudristek) sebagai narasumber untuk memberikan masukan dalam penyempurnaan draf silabus.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menyampaikan terima kasih kepada para narasumber yang telah menyusun draf silabus diklat Metodologi Pengajaran BIPA secara komprehensif. “Terima kasih atas dukungan Bapak/Ibu narasumber, khususnya untuk kegiatan ke-BIPA-an di SEAQIL. Semoga ini menjadi kontribusi yang baik untuk indonesia dan secara tidak langsung untuk Asia Tenggara,” kata Luh Anik.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, menyampaikan bahwa terkait dengan finalisasi silabus BIPA, SEAQIL juga perlu mencermati kembali Standar Kompetensi Pengajar (SKP) BIPA yang telah disusun agar selaras dengan silabus Diklat Metodologi Pengajaran BIPA. Menurut Esra, SKP yang telah disusun harus jelas keterbacaannya. Oleh karena itu, Esra menjelaskan adanya perubahan skenario kegiatan finalisasi draf diklat Metodologi Pengajaran BIPA, yakni perlunya diskusi tim narasumber untuk mencermati kembali SKP BIPA setelah paparan hasil reviu draf silabus disampaikan.

Yusri menyampaikan bahwa draf silabus sudah bagus, tetapi tetap direkomendasikan untuk beberapa perbaikan. Yusri juga menyoroti bahwa apapun diksi yang ada di subkompetensi, diksi tersebut harus termuat di dalam komponen deskripsi subkompetensi maupun materi pembelajaran. Yusri juga menyebutkan bahwa bobot alokasi waktu dalam silabus juga harus setara/konsisten jika memang bobot materi/kegiatan sama. Selain itu, menurut Yusri, instrumen penilaian dalam silabus juga perlu disederhanakan, misalnya dengan cukup menyebutkan kinerja, presentasi, portofolio, tes tulis/lisan, dsb, karena aspek lebih detail akan diterjemahkan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Selain tim SEAQIL, peserta dalam kegiatan ini juga melibatkan pengajar BIPA, yakni Muhammad Ridwan (Pusat Pengembangan Bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta); Cynthia Vientiani dan Rahmi Tri Sutanthi (Lembaga Bahasa Internasional, FIB Universitas Indonesia); serta Choirul Asari, Kartika Kusworatri, dan Rosmalela Sidik (pengajar BIPA mandiri).

Pada akhirnya, SEAQIL telah melaksanakan rangkaian Penyusunan Silabus Diklat Metodologi Pengajaran BIPA yang dikemas dalam bentuk Diskusi Kelompok Terpumpun sebanyak tiga tahap. Tahap pertama bertujuan untuk menyusun draf silabus diklat yang dilakukan oleh tim narasumber. Selanjutnya tahap kedua, membahas draf kedua silabus diklat. Tahapan terakhir, diskusi dilaksanakan untuk finalisasi silabus diklat BIPA yang telah disusun oleh tim narasumber. Semoga draf silabus diklat Metodologi Pengajaran BIPA yang telah mendapatkan masukan dari pakar kurikulum, Bapak Yusri Saad, dapat disempurnakan agar dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk kegiatan ke-BIPA-an SEAQIL pada tahun yang akan datang. (/MR)

×