SEAQIL dukung peran guru dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi

Apakah para guru akan digantikan oleh robot? Pertanyaan ini merupakan topik pada SEAQIL Vodcast Live (SVL) episode 7 yang tayang pada Selasa, 10 Mei 2022 melalui Zoom dan kanal Youtube SEAQIL. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, SEAQIL secara khusus mengundang Dian Toar. Y. G. Sumakul, M.A. yang merupakan FLL Lectures, teacher trainer, dan technology practitioner di iTELL serta Meyrinda Tobing sebagai pewara. Episode ini menjadi pembuka seri Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa untuk penayangan SVL di bulai Mei dan Juni 2022.

Membuka paparannya, Dian mengungkapkan bahwa kita sedang berada di disruptive era, masa yang penuh kekacauan karena pesatnya perkembangan teknologi, sehingga memaksa banyak aspek kehidupan yang harus diubah, mulai dari transportasi, ekonomi, hukum, hiburan, dsb. Dian melanjutkan, Artificial Intelligence (AI)/kecerdasan buatan merupakan inti dalam terjadinya perubahan aspek-aspek kehidupan manusia di disruptive era dalam satu dasawarsa belakangan.” Jika AI dapat menggantikan peran manusia di beberapa bidang kehidupan, lalu bagaimana peran AI di bidang pendidikan?

Dian menjelaskan, “Dilansir Montebello dalam bukunya, pendidikan di masa depan akan berkiblat pada AI-Injected e-Learning. Dalam konteks pendidikan, AI akan bertindak seperti guru bahasa.” Lalu, Dian menambahkan contoh-contoh aplikasi berbasis AI dalam pembelajaran bahasa asing tanpa guru yang telah dikenal banyak orang, atau dikenal dengan mesin/robot seperti Grammarly, QuillBot, Virtual Writing Tutor, dsb.  

Beranjak lebih jauh, Dian menekankan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran guru jika mereka dapat bersanding, bergandengan tangan, atau bekerja sama dengan teknologi pada aspek kehidupan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. “Kita harus melihat apa yang bisa robot lakukan dan apa yang guru bisa lakukan secara lebih baik di kelas dalam proses pembelajaran,” lanjutnya.  

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Dian terkait aplikasi robot, umumnya aplikasi robot yang digunakan oleh guru hanya berkutik pada tahap pengajaran atau penyampaian di kelas, dan belum berkontribusi banyak pada tahap perencanaan dan evaluasi. Maka dari itu, Dian menegaskan, “Inilah celah yang seharusnya dapat diperkuat oleh kita dalam tahap perencanaan dan evaluasi, dimana kedua tahap tersebut jarang diperhatikan oleh kita dalam mengajar di kelas.”

Menanggapi pernyataan salah satu audiens SVL terkait guru yang akan tergantikan oleh robot pada masa tertentu, Dian mengungkapkan bahwa guru bisa saja tergantikan oleh robot, namun, belum akan terjadi dalam waktu dekat. Oleh karena itu, seorang guru harus mampu menyandingi teknologi sebagai amunisi agar tidak tergerus hingga tergantikan oleh robot. “Kita harus memperbarui kemampuan masing-masing, misalnya meningkatkan AI skill, meningkatkan fokus pada perencanaan dan evaluasi dalam tahapan pembelajaran yang luput dari perhatian guru,” sambung Dian.

Sebagai penutup, Dian menyimpulkan bahwa teknologi hanyalah amunisi atau alat, sedangkan utama adalah bagaimana guru dapat mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran siswa yang lebih baik.

---

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 7 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×