Pimpinan SEAQIL dan UPN Veteran Jawa Timur berdiskusi potensi penjajakan kerja sama.
SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyambut inisiasi kolaborasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur melalui penjajakan kerja sama yang dilakukan secara daring pada Jumat (11/03). Pertemuan dihadiri oleh Dewan Direksi SEAQIL, Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) UPN Veteran Jawa Timur, serta staf dari tiap institusi. Pada kesempatan ini, kedua belah pihak berdiskusi mengembangkan potensi kerja sama, terutama dalam bidang BIPA. Hal tersebut didasari atas kebutuhan UPN Veteran untuk mengembangkan desain pembukaan program studi BIPA.
Dalam sambutan penjajakan, Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menuturkan bahwa SEAQIL terbuka dengan inisiasi kerja sama dengan perguruan tinggi. Selain menerima pemagangan mahasiswa, SEAQIL turut menyinergikan beberapa program kerja dengan tri darma perguruan tinggi sebagai dukungan kebijakan Merdeka Belajar—Kampus Merdeka. Contoh dari penyinergian tersebut adalah kesempatan pengabdian masyarakat melalui kolaborasi antara dosen mitra dengan guru binaan SEAQIL dalam melaksanakan penelitian tindakan kelas dan memberikan pelatihan metodologi pengajaran BIPA bagi mahasiswa.
“Kondisi pandemi dapat disebut juga sebagai blessing in disguise, membawa dampak meningkatnya jumlah pemelajar BIPA. Oleh karena itu, cita-cita untuk membuka program studi ataupun pengajaran BIPA memiliki peluang yang baik,” tambah Luh Anik saat menyinggung kondisi pengajaran BIPA.

SEAQIL dan tim penyusun proposal program studi BIPA melakukan sesi foto bersama.
Dekan FISIP UPN Veteran Jawa Timur, Dr. Gendut Sukarno, turut menyampaikan bahwa wacana pembukaan program studi BIPA yang sejalan dengan ungkapan Luh Anik, “Universitas melihat tingginya peminat dan prospek BIPA, namun belum banyak perguruan tinggi yang memberikan pengajaran ataupun memiliki program studi BIPA.” Oleh karena itu, Gendut Sukarno berharap mendapatkan bimbingan dan kawalan dalam pembukaan prodi BIPA di UPN Veteran. Tim penyusun proposal prodi BIPA yang terdiri dari pengarah, koordinator, dan anggota dalam bidang kurikulum, sumber daya manusia, serta pengelola program studi turut hadir dalam diskusi awal penjajakan kerja sama.
Pemetaan potensi kerja sama kemudian dijelaskan secara lebih merinci oleh Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, dan Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto. Secara spesifik, Esra mengungkapkan bahwa Standar Kompetensi Pengajar (SKP) BIPA yang telah disusun oleh SEAQIL dapat digunakan sebagai salah satu referensi dalam mengembangkan kurikulum ataupun mata kuliah prodi BIPA di UPN Veteran Jawa Timur. Selain pengembangan kurikulum, Misbah menambahkan pandangannya terkait peran SEAQIL yang dapat pula mendukung rekognisi dan rekomendasi sebagai ahli dalam validasi substansi ke-BIPA-an.
SEAQIL sebagai salah satu lembaga yang berperan dalam internasionalisasi bahasa Indonesia akan senantiasa melaksanakan berbagai program terkait ke-BIPA-an. Adapun berbagai program BIPA yang sudah ataupun akan dilaksanakan oleh SEAQIL, seperti penyusunan produk, diklat, seri webinar, serta kompetisi mendongeng dapat digunakan atau diikuti oleh khalayak umum. Pada akhir diskusi, SEAQIL dan UPN Veteran Jawa Timur sepakat bahwa pengembangan pengajaran BIPA dapat memberi manfaat dan membuka peluang bagi berbagai pihak. Tindak lanjut diskusi penjajakan akan berupa penyusunan nota kesepahaman bersama atau perjanjian kerja sama serta diskusi lanjutan terkait substansi BIPA. (FH)