SEAQIL dan UNESA jajaki kerja sama  program MBKM, literasi, riset, dan BIPA

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menjajaki kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada Senin [4/10]. Kegiatan yang berlangsung secara daring ini dihadiri oleh pimpinan tinggi dari institusi masing-masing, yakni Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani beserta jajaran kedeputian SEAQIL; serta Wakil Rektor III Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNESA, Dr. Sujarwanto, beserta jajaran dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNESA.

Dalam kesempatan ini, baik Luh Anik maupun Sudjarwanto sangat menyambut baik upaya kerja sama antara SEAQIL dengan UNESA. Dalam uraian potensi program yang dapat disinergikan, Luh Anik menyampaikan peran SEAQIL dalam mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) melalui penyelenggaraan Klub Literasi Sekolah (KLS) yang telah mengakomodasi kegiatan magang 295 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi. Terkait ini, Luh Anik melihat adanya potensi aktivitas seni di UNESA yang dapat disinergikan dengan program KLS. Luh Anik juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama SEAQIL dengan UNESA tidak terbatas pada pemagangan mahasiswa, tetapi juga dapat dikembangkan dalam bentuk riset, pengembangan sumber belajar, dan pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, Luh Ani juga menerangkan mengenai upaya SEAQIL dalam pengembangan program ke-BIPA-an. Untuk BIPA, imbuh Luh Anik, selain pengembangan bahan ajar dalam bentuk video yang salah satu videonya didukung oleh UNESA, kami sedang menyusun standar kompetensi pengajar BIPA. Luh Anik menjelaskan bahwa SKP BIPA kami harapkan dapat menjadi acuan penyelenggaraan diklat pengajar BIPA selain keinginan untuk menentukan standar kompetensi minimal yang harus dikuasai oleh pengajar BIPA.

“Saat ini, tahap penyusunan SKP BIPA sudah memasuki tahap diseminasi dengan target diseminasi di kota dengan institusi penyelenggara BIPA terbanyak, seperti DI Yogyakarta, Jawa Timur (Malang dan Surabaya), dan Bali. Melalui diseminasi SKP BIPA di Jawa Timur, SEAQIL dan UNESA dapat bertemu secara langsung,” kata Luh Anik.

Luh Anik juga menyampaikan peluang pengabdian masyarakat bagi dosen. Luh Anik menjelaskan bahwa SEAQIL mengundang semua perguruan tinggi mitra untuk membahas rencana pendampingan penelitian atau penelitian bersama antara guru bahasa dan dosen. Pada bulan November nanti, lanjut Luh Anik, SEQIL berharap dapat menyelenggarakan Diklat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk guru bahasa.

“Untuk mengaktifkan kerja sama dengan semua perguruan tinggi mitra, kami mengundang dosen-dosen dari perguruan tinggi mitra kami untuk berkolaborasi bersama SEAQIL, mendampingi guru bahasa untuk melaksanakan penelitian bersama atau mendampingi guru dalam penulisan penelitian/artikel sesuai dengan tema yang telah SEAQIL tetapkan, yakni PTK. Ini dapat menjadi peluang bersama bagi guru dan dosen untuk publikasi ilmiah bersama dosen dan guru yang dapat dipublikasikan melalui majalah SEAQIL (LINGO) untuk artikel ilmiah populer dan prosiding, serta jurnal berbasis OJS yang akan dirilis tahun depan,” ujar Luh Anik.

Dari pihak UNESA, Sujarwanto menyampaikan bahwa bukan hal baru bagi UNESA untuk melakukan kerja sama dengan SEAMEO dan pihaknya sangat berharap bahwa UNESA dan SEAQIL dapat bersinergi dengan baik. Upaya ini, lanjut Sujarwanto, merupakan gayung bersambut dari program ke-BIPA-an SEAQIL yang juga menggandeng UNESA, yakni melalui program hibah yang sudah terlaksana dan pengembangan video BIPA yang akan berlangsung November mendatang.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada SEAQIL atas pelibatan UNESA dalam program tersebut, khususnya dalam pengembangan SDM di Indonesia. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya dikuatkan dengan MoU saja, tetapi juga kolaborasi berkelanjutan melalui program-program inovatif, terutama dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Kemendikbudristek,” tegas Sujarwanto.

Menutup diskusi ini, Luh Anik berharap bahwa pertemuan tersebut dapat menguatkan silaturahmi dan kerja sama antara SEAQIL dan UNESA yang sudah terjalin sejak lama dan dapat meningkatkan peluang-peluang kerja sama selain hal-hal yang telah disampaikan. Luh Anik menyampaikan bahwa UNESA dapat memperkuat SEAQIL dalam pengajaran bahasa, khusunya bahasa asing dan BIPA tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara. (Mr)

×