SEAQIL dan Perwakilan Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara bahas penguatan sistem pendidikan bahasa di Asia Tenggara

Siaran Pers
Jakarta, 22 September 2022

SEAQIL dan Perwakilan Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara bahas penguatan sistem pendidikan bahasa di Asia Tenggara 

Perwakilan dari Kementerian Pendidikan yang tergabung dalam Negara Anggota SEAMEO berkumpul untuk membahas program pemajuan pendidikan bahasa di Asia Tenggara pada Selasa dan Rabu [20-21/09]. Perwakilan yang hadir dalam pertemuan merupakan Anggota Dewan Pembina SEAQIL dan berasal dari Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Timor Leste, serta Vietnam (perwakilan sebagai pengamat). Pertemuan ini diselenggarakan oleh SEAMEO QITEP in Language secara rutin setiap tahun.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Prof. Aminuddin Aziz, Ph.D. secara resmi membuka pertemuan dan mengajak para perwakilan yang hadir untuk menggaungkan semangat G20 dalam forum ini, “Sejalan dengan semangat G20 Education Working Group, pertemuan pada hari ini menjadi sebuah forum untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, terutama untuk sistem pendidikan bahasa yang lebih kuat di kawasan Asia Tenggara.”

Aminudin mewakili Kemendikbudristek mengajak Kementerian Pendidikan di Negara-negara Anggota SEAMEO untuk bergerak bersama dan berbagi kebijakan dalam mentransformasi pendidikan 'pasca-pandemi' yang lebih kuat, adaptif, holistik dan memastikan tidak ada yang tertinggal dalam mengenyam pendidikan.

Direktur Sekretariat SEAMEO, Dr. Ethel Agnes P. Valenzuela menyampaikan, “SEAMEO terus beradaptasi dengan situasi baru dengan pemikiran terbuka, dengan tujuan mencapai yang belum terjangkau serta mentransformasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya di Asia Tenggara. Oleh karena itu, melalui kemitraan strategis, peningkatan kapasitas, penelitian yang kuat dan responsif, mobilisasi sumber daya, komunikasi dan advokasi, serta pemantauan dan evaluasi, kami menyediakan dan menawarkan cara-cara baru untuk mendukung Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara.”

Direktur SEAQIL, Dr Luh Anik Mayani mengungkapkan,”SEAQIL terus berupaya memberikan layanan melalui inovasi dan keberlanjutan untuk pemajuan guru bahasa dan tenaga kependidikan di Asia Tenggara, selama dan pascapandemi. Pada Tahun Anggaran 2021/2022, SEAQIL melayani lebih dari 4.000 guru dan tenaga kependidikan dan melibatkan lebih dari 100 pakar melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.”

“Program dan kegiatan SEAQIL relevan dengan tujuh bidang prioritas SEAMEO, terutama Prioritas 7, yaitu “Mengadopsi Kurikulum Abad 21” dan Prioritas 5, yaitu “Merevitalisasi Pendidikan Guru”. Kami juga menyesuaikan program kami agar relevan dengan Rencana Strategis SEAMEO 2021-2030. Lebih lanjut, sebagai Pusat yang berlokasi di Indonesia, program SEAQIL juga mendukung kebijakan pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Indonesia, Merdeka Belajar-Kampus Merdeka,” terang Luh Anik.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh delegasi Indonesia yang berasal dari Biro Kerja sama dan Hubungan Masyarakat, Kemendikbudristek; Sekretariat Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan; Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Barat; serta delegasi Vietnam dari Pusat Konsultasi Pendidikan Internasional, Kementerian Pendidikan Vietnam.

Tentang SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL)

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa (Bahasa Indonesia sebagai Penutur Asing (BIPA), Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, jejaring dan pelayanan lainnya.

Tentang Rapat Dewan Pembina ke-13

Pertemuan Dewan Pembina (Governing Board Meeting/GBM) merupakan pertemuan tahunan yang dilaksanakan oleh SEAMEO Regional Centre termasuk SEAMEO QITEP in Language dalam rangka mengevaluasi program dan aktivitas yang telah dan akan dilaksanakan oleh Centre selama satu tahun fiskal. Pada tahun 2021, SEAQIL melaksanakan pertemuan Dewan Pembina secara daring pada 20—21 September 2022. Dewan Pembina SEAQIL terdiri atas 11 Perwakilan Kementerian Pendidikan di Asia Tenggara (Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam). Dalam pertemuan GBM Ke-13, Kementerian Pendidikan dari Filipina dan Vietnam belum dapat mendelegasikan Anggota Dewan Pembina dikarenakan masih dalam proses penunjukan Dewan Pembina yang baru. Kementerian Pendidikan Vietnam mendelegasikan perwakilan sebagai pengamat.

Narahubung:
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Website: qitepinlanguage.org
Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

×