SEAQIL dan Perguruan Tinggi Bersinergi Jawab Tuntutan Masa Depan Literasi Indonesia

SEAQIL dan Perguruan Tinggi Bersinergi Jawab Tuntutan Masa Depan Literasi Indonesia

 

SEAQIL dan empat perguruan tinggi secara nyata merealisasikan dukungan terhadap Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Realisasi ini terwujud dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman Bersama dengan tiga Perguruan Tinggi, yakni Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Semarang, dan Universitas Al Azhar Indonesia, serta Perjanjian Kerja Sama dengan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta secara daring pada [27/1]. Terkait MBKM, langkah awal yang diambil oleh SEAQIL dengan menggandeng perguruan tinggi, yakni menggagas Klub Literasi Sekolah dengan pelibatan dosen, mahasiswa, dan pegiat literasi.

Cakupan Kerja Sama SEAQIL dengan Perguruan Tinggi
Dr. Luh Anik Mayani (Direktur SEAQIL) secara resmi membuka acara penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dengan Perguruan Tinggi dan menyampaikan bahwa berbicara tentang Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka menuntut para pemangku kepentingan untuk menyediakan berbagai akses dan fasilitas dan SEAQIL tentu memerlukan dukungan dari pergurauan tinggi untuk menjalankan semua program SEAQIL dengan baik.

Melalui kemitraan tersebut, SEAQIL dan perguruan tinggi secara bersama-sama akan menjalankan beberapa hal mencakup  peningkatan dan pengembangan sumber daya manuasia bidang pendidikan; penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat), program magang mahasiswa. Selain itu, SEAQIL dan perguruan tinggi juga akan menjalin kerja sama dalam bidang lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kecakapan profesional, pengembangan diri, serta kepimimpinan.

Luh Anik berharap penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama ini dapat menguatkan kerja sama dan dapat dijadikan media nyata untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Atas nama lembaga, Luh Anik mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesediaan para pemimpin Perguruan Tinggi yang telah membuka dan memberikan dukungan nyata kepada SEAQIL. Menutup sambutannya, Luh Anik mengajak para pemangku kepentingan perguruan tinggi yang hadir bersama untuk bersama dukung dan sukseskan kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka melalui kemitraan SEAQIL dan perguruan tinggi. 

Respons Perguruan Tinggi pada Upaya Kampus Merdeka SEAQIL
SEAQIL sebagai tuan rumah penandatanganan MoU menyambut hangat para pemangku kepentingan Perguruan Tinggi, yakni Rektor Universitas Negeri Jakarta/UNJ (Prof. Dr. Komarudin, M.Si.) beserta jajarannya; Rektor universitas Al Azhar Indonesia/UAI (Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.) beserta jajarannya; Rektor Universitas Negeri Semarang/UNNES yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerja Sama (Dr. Hendi Pratama, S.Pd., M.A.); Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta/UNY (Dr. Dra. Sri Harti Widyastuti, M.Hum.).

“Universitas Negeri Semarang sangat mengapresiasi SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) yang berinisiatif mendukung pemajuan di bidang literasi dengan sekolah mitra dalam mendukung Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka,” ungkap Dr. Hendi Pratama yang mewakili sambutan Rektor UNNES. Hendi juga mengungkapkan bahwa dengan berbekal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang diperoleh selama mahasiswa mengikuti kuliah di UNNES dan ditambahkan dengan kemampuan literasi yang diberikan oleh SEAQIL, pihaknya yakin para mahasiswa dapat menampilkan diri sebagai pribadi yang berprestasi dan berkarakter.

UNJ sebelumnya telah menjalin kemitraan dengan SEAQIL melalui Perjanjian Kerja Sama melalui Fakultas Bahasa dan Seni-nya. Pada kesempatan ini, SEAQIL menguatkan kerja sama tersebut melalui Nota Kesepahaman Bersama yang ditandatangani Rektor UNJ, Prof. Dr. Komarudin, M.Si. Dalam sambutannya, Komarudin menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini pihaknya yakin antara SEAQIL dan perguruan tinggi akan menghasilkan berbagai inovasi baik melalui penelitian ataupun forum-forum ilmiah dalam pengembangan dan pembelajaran bahasa yang akhirnya akan meningkatkan kualitas SDM baik di perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah dengan muara akan SDM unggul dengan kompetensi berbahasa yang baik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rektor UAI, Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.. Menurut Asep Saefuddin, SEAQIL menjadi salah satu lembaga yang sangat penting bagi UAI untuk menjamin program-program bagi mahasiswa karena Mendikbud, Nadiem Makarim, menekankan bagaimana mahasiswa mendapatkan pengalaman tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga di luar kampus seperti mengikuti program magang, training, memberikan materi dll.

Setelah acara penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama dan/atau Perjanjian Kerja Sama dengan perguruan tinggi masing-masing, Luh Ani menutup acara dengan mengungkapkan harapannya bahwa SEAQIL merasa bangga dan berterima kasih karena dukungan dari  empat perguruan tinggi  ini menguatkan SEAQIL dalam mengupayakan berbagai program MBKM. SEAQIL akan mengembangkan program yang berkaitan dengan MBKM di tingkat nasional dan bahkan meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan di Asia Tenggara sesuai dengan visi dan misi SEAQIL.

Narahubung:
Masrur Ridwan (+62) 8587-5063-937
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org

Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage

×