SEAQIL dan Guru Bahasa Perdalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Siaran Pers
Jakarta, 11 November 2021

 

SEAQIL dan Guru Bahasa Perdalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) berkomitmen siapkan 100 peserta guru bahasa untuk melakukan penelitian tindakan kelas (PTK). Upaya dukungan diberikan melalui proses pengarahan pembuatan proposal PTK, pendampingan oleh dosen mitra perguruan tinggi, serta fasilitas publikasi penelitian melalui ragam program dan kegiatan SEAQIL.

SEAQIL secara resmi menyelesaikan Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa pada Kamis (11/11). Setelah menyelenggarakan 9 hari pelatihan daring, 100 peserta guru bahasa Arab, Indonesia, Inggris, Jepang, Jerman, Mandarin, dan Prancis jenjang SMP, SMA dan sederajat siap melakukan PTK dan menuangkannya dalam bentuk proposal PTK yang berkualitas. Para peserta telah dibekali materi dan didampingi dalam pelaksanaan praktik mandiri yang diberikan oleh narasumber sekaligus penulis modul PTK SEAQIL.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, memimpin sesi refleksi dan menutup pelatihan dengan memberikan penghargaan dan rasa terima kasih atas komitmen yang diberikan para peserta selama pelatihan berlangsung. Beliau mengungkapkan harapannya untuk diseminasi kebermanfaatan oleh para peserta pelatihan. Sebagaimana prinsip merdeka belajar dan guru penggerak yang serupa dengan prinsip penelitian bermutu, guru pun bisa belajar dan saling memberikan inspirasi tanpa adanya batasan sumber belajar. Melalui diseminasi kebermanfaatan pelatihan, guru dapat mengasah kompetensi dalam melakukan PTK dan juga memperkaya wawasan praktisi lainnya.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, memimpin sesi refleksi dan menutup Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa.

Selain diseminasi, Esra menyatakan adanya kesempatan keberlanjutan pascapelatihan bagi para peserta melalui berbagai program ataupun kegiatan lain dari SEAQIL. “Untuk komitmen kedepannya, kami sudah memiliki dosen mitra perguruan tinggi yang akan mendampingi Bapak dan Ibu guru dengan proposal PTK. Kami mungkin dapat juga memfasilitasi dalam bentuk simposium internasional, seperti AISOFOLL, hibah penelitian, ataupun seminar lainnya,” ujar Esra.

Para peserta kemudian menyampaikan berbagai kesan dan juga harapan dari pelatihan. Ni Putu Sugilastini, guru Bahasa Indonesia SMPN 11 Denpasar, mengungkapkan tantangan pelatihan daring dari segi fasilitas yang kurang memadai karena daerah yang jauh dan fokus yang terpecah karena rutinitas lain. Terlepas dari moda pelaksanaan pelatihan, Sugilastini menyampaikan rasa salut atas semangat rekan peserta yang ditunjukan melalui keaktifan ataupun pertanyaan.

Guru Bahasa Inggris SMK Abdurrab Pekanbaru, Santoso Aguswan, mewakili para peserta pelatihan untuk menyampaikan pesan dan harapan setelah mengikuti Pelatihan Metodologi Riset Pengajaran Bahasa.

Santoso Aguswan, guru Bahasa Inggris SMK Abdurrab Pekanbaru, turut menyampaikan harapannya bagi para peserta yang secara tidak langsung menjadi perpanjangan tangan SEAQIL dalam menyampaikan ilmu PTK. Ia berharap dapat menyempurnakan proposal sekaligus berkolaborasi dengan guru-guru lain, baik yang sudah berpengalaman dengan PTK ataupun belum. Walaupun pelatihan telah selesai, sesi penutupan dan refleksi tidak menyurutkan semangat para peserta terkait PTK. Sebaliknya, pada akhir pertemuan, para guru bahasa menunjukkan kesiapan dan komitmen untuk melakukan PTK, kolaborasi penelitian, serta membuat proposal penelitian. 

Narahubung:
Farrah Halimatussadyah (+62)895-4120-42002
Divisi Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
SEAMEO QITEP in Language
Jalan Gardu, Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan, Jakarta 12640
INDONESIA

Telepon: 021 78884106
Pos-el: ppr@qiteplanguage.org
Laman: qitepinlanguage.org

Twitter: QITEPinLanguage
Instagram: qitepinlanguage
Facebook: qiteplanguage
YouTube: SEAMEO QITEP in Language

×