SEAQIL bersiap tingkatkan keterampilan guru Jepang melalui Klub Virtual Bahasa Jepang

Perwakilan SEAQIL, Japan Foundation (JF), Asosiasi Guru Bahasa Jepang Indonesia (AGBJI)
saat foto sesi bersama

Menjejaki kesuksesan Klub Virtual Bahasa Mandarin, SEAQIL berencana mengadakan program Klub Virtual Bahasa Jepang (KVBJ) dan memberikan pelatihan pembuatan audio simakan sebagai bahan ajar. Sebagai langkah awal persiapan, SEAQIL mengundang Japan Foundation (JF) dan Asosiasi Guru Bahasa Jepang Indonesia (AGBJI) pada rapat inisiasi kerja sama penyelenggaraan program KVBJ yang dilaksanakan secara daring pada Jumat (24/06). Rapat ini bertujuan untuk menyempurnakan konsep dan diskusi rencana kelola KVBJ yang akan mulai dilaksanakan pada 1 Agustus 2022.

Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian, menjelaskan bahwa KVBJ akan dilaksanakan mulai Agustus 2022. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan secara sinkronus dan asinkronus dengan melibatkan 40 orang guru bahasa Jepang tingkat SMA dan yang sederajat di Indonesia. Esra menambahkan bahwa pelibatan Japan Foundation dan AGBJI diharapkan dapat memaksimalkan pembimbingan bagi guru bahasa Jepang dalam meningkatkan potensi keterampilan berbicara dan menyusun rencana pembelajaran.

Esra mengungkapkan bahwa 40 guru bahasa Jepang tersebut tidak hanya dibimbing untuk menjadi guru yang fasih berbahasa Jepang, namun juga diharapkan dapat menyusun bahan ajar dalam bentuk audio simakan yang dapat diimplementasikan dalam pembelajaran. Di akhir pelatihan nanti, guru akan mendapatkan sertifikat pelatihan, produk dari hasil pelatihan yang akan dikompilasi menjadi buku elektronik serta dipublikasikan di laman SEAQIL, JF, dan AGBJI.

Melalui kerja sama dengan JF, SEAQIL berharap dapat memperoleh dukungan berupa fasilitator penutur jati yang akan menjadi pembimbing guru bahasa Jepang selama KVBJ berlangsung. Para fasilitator diharapkan mampu memberikan umpan balik dari aspek kebahasaan, budaya, dan pedagogis selama proses produksi audio simakan dan rencana pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, Mamoru Morita (Tenaga Ahli di JF) menyatakan kesanggupannya untuk menyediakan fasilitator penutur jati sesuai kriteria yang diinginkan guna mendukung efektivitas program.

Lussy Novarida Ridwan, perwakilan AGBJI, memberikan dan memaparkan persetujuan terkait penggunaan buku Nihongo Kirakira sebagai referensi pelatihan. Hal tersebut diklaim oleh Lussy bahwa buku Nihongo Kirakira telah digunakan oleh sekitar 90% guru bahasa Jepang di Indonesia. Maka dari itu, buku tersebut dapat dijadikan rujukan dalam pelatihan. Adapun saran Lussy terkait penggunaan buku tersebut agar pelatihan menargetkan pada produksi variasi audio simakan tingkat A2 karena pada tingkat A1, buku tersebut sudah menyediakan audio yang lengkap.

SEAQIL berharap mendapat dukungan kehadiran penutur jati bahasa Jepang mumpuni, terutama dalam bidang pengajaran, untuk menjadi fasilitator KVBJ. Selain itu, SEAQIL berharap pula bahwa guru-guru bahasa Jepang yang akan mengikuti pelatihan tersebut memiliki komitmen mengikuti pelatihan dan menghasilkan produk yang telah ditetapkan. (TG/FH)

×