SEAQIL bersama Guru Sekolah Penggerak ajak terapkan Merdeka Belajar dalam Kelas Bahasa

SEAQIL Vodcast Live (SVL) episode ke-20 mengundang Desi Purnama Kurniawati, Guru Bahasa Inggris sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 70 Jakarta. Tayang pada selasa [25/10] melalui kanal Youtube dan Zoom SEAQIL, Meyrinda Tobing memandu episode ini dengan topik cerita dari Guru Sekolah Penggerak: Bagaimana Mewujudkan Merdeka Belajar di kelas Bahasa?  

Memulai topik pembahasan terkait implementasi Kurikulum Merdeka, Desi mengungkapkan bahwa banyak sekali penyesuaian yang harus diamati and dievaluasi oleh guru “Dalam Kelas Merdeka, guru diberikan kebebasan dalam berinovasi dan bertindak selama proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru harus mengetahui cara menciptakan Kelas Merdeka,” jelasnya. Desi juga berpendapat bahwa dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka, guru sebagai fasilitator harus tanggap dan adaptif saat menghadapi berbagai perubahan dan pembaharuan yang ada. 

Kurikulum Merdeka Belajar selaras dengan kurikulum pendidikan sebelumnya. Sebagai contoh, Kurikulum Merdeka Belajar masih memiliki program Sekolah Ramah Anak, Gerakan Literasi Sekolah, Sekolah Sehat, Penguatan Pendidikan Karakter (toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati), Sekolah bebas dari perundungan (bully), serta pembelajaran PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan) yang merupakan program pendidikan pada kurikulum sebelumnya. Kurikulum Merdeka menjadikan program - program sebelumnya menjadi lebih efektif ditetapkan untuk menuju era industri 4.0. karena dalam Kurikulum Merdeka guru bisa memilih cara pembelajaran efektif yang dibutuhkan oleh siswanya. Desi mengatakan bahwa dibandingkan mengajar banyak materi untuk mengejar target, lebih baik mengajarkan 1 atau 2 materi yang mendalam dan lebih mudah untuk dipahami oleh siswa. 

Sebelum menerapkan pembelajaran Kurikulum Merdeka, Desi melakukan tes diagnostik yang terdiri dari tes non kognitif dan kognitif untuk siswanya. Tes non Kognitif dilakukan agar guru dapat memahami karakter, bakat, dan minat, psikologi serta preferensi strategi/aktivitas belajar siswa. Sedangkan melalui tes kognitif, guru dapat mengukur dan memetakan kemampuan bahasa Inggris siswa melalui tes kemampuan membaca, mendengar, berbicara, menulis, tata bahasa, dan kosakata. 

Lebih lanjut, Desi turut menyampaikan praktik baik pembelajaran terdiferensiasi yang telah dilakukannya dan tips penerapannya dalam kelas bahasa. Ia memberikan contoh dengan menerapkan praktik Project Based Learning (PJBL) dalam pembuatan film pendek untuk materi pembelajaran teks naratif pada Fase F dan pemberian pertanyaan konstruktif untuk membangun keterampilan beropini dan menulis kreatif siswa. 

Pada kalimat penutup, Desi menyimpulkan bahwa poin utama dari penerapan Kurikulum Merdeka adalah guru yang mampu memahami karakter setiap siswa. Dengan begitu, guru tidak hanya mengajar karena kewajiban, tetapi juga mengajar dengan hati    

— 

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bincang santai. Tayang rutin setiap Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya)pukul 15.00 - 16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pembelajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 20 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language. 

×