SEAQIL berikan penyegaran pengetahuan dan tingkatkan mutu 125 pengajar BIPA

Pelatihan Metodologi Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) gelombang dua memasuki hari akhir pada Jumat (9/9). Pelatihan lima hari ini dilaksanakan mulai dari tanggal 5 hingga 9 September 2022 dengan menggunakan moda daring Zoom. Pada gelombang dua ini, SEAQIL menghadirkan 10 pakar dan praktisi mumpuni BIPA serta melibatkan 125 peserta yang merupakan pengajar BIPA dari dalam dan luar Indonesia.

Pada penutupan pelatihan, Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan komitmen yang telah diberikan oleh seluruh pihak, termasuk tim pengajar, para peserta, dan juga panitia penyeleggara dari SEAQIL. Esra mengungkapkan, “Mudah-mudahan, Bapak dan Ibu peserta dapat mengambil manfaat pelatihan. Saya berharap tujuan dari pelatihan ini yaitu, memberikan penyegaran pengetahuan bagi para pengajar BIPA berpengalaman, tersampaikan melalui paparan materi dan forum berbagi praktik baik. Kami senang bahwa pengaturan waktu dan moda yang SEAQIL berikan sangat efektif bagi sebagian besar para peserta karena jam mengajar guru BIPA tidaklah sama dengan guru sekolah pada umumnya.”

Gelombang pertama pelatihan sebelumnya dilaksanakan pada 22–26 Agustus 2022 dan berfokus pada pengembangan kurikulum, materi, bahan ajar, media pembelajaran, serta metodologi pengajaran kemahiran menyimak, berbicara, membaca dan menulis BIPA. Pada gelombang dua, SEAQIL mengundang para pakar dan praktisi BIPA yang berasal dari APBIPA Bali (Nyoman Riasa); Foreign Service Institute, Departemen Luar Negeri Filipina (Kristanto); Museum Rudana (Muhammad Bundhowi); SEAQIL (Esra Nelvi M. Siagian); Selasar Bahasa (Ellis Reni Artyana); Universitas Indonesia (Editia Herningtias  & Erni C. Westi); Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Paulina Chandrasari), dan; Universitas Pendidikan Indonesia (Prof. Emi Emilia, Dr. Nuny Sulistiany Idris). Tim pengajar pada gelombang dua fokus memberikan materi terkait evaluasi pembelajaran, integrasi budaya dalam pembelajaran, manajemen kelas, dan pengembangan profesionalisme pengajar BIPA, dari aspek teori dan pengalaman praktik baik. 

Sesi penutupan kemudian diakhiri dengan pemberian testimoni dari beberapa peserta atas keterlaksanaan Pelatihan Metodologi Pengajaran BIPA. Sayid Abdul Karim (Nonlembaga) mengungkapkan bahwa selama pelatihan, Ia dapat belajar bukan hanya dari pemateri saja, tetapi juga dari sesama teman peserta. Sayid berharap SEAQIL dapat memberikan pelatihan serupa atau pelatihan lanjutan yang berkesinambungan terhadap peningkatan ilmu pengajar BIPA.

Ungkapan serupa turut diberikan oleh Lia Widyastuti (KBRI Brasilia) yang menuturkan bahwa pelatihan ini memberikan penyegaran, inspirasi, serta dapat membuka wawasan terkait ke-BIPA-an. Lia memaparkan harapannya terkait kemungkinan pembuatan karya kolaboratif yang dapat bermanfaat bukan hanya untuk pengajar BIPA, tetapi juga mahasiswa BIPA dan masyarakat umum.

Harapan-harapan yang diberikan oleh para peserta pelatihan disambut baik oleh SEAQIL. Di akhir sesi penutupan, Esra memberikan tambahan tanggapan bahwa ajuan para peserta akan ditampung dan dipetakan terlebih dahulu. Sejalan dengan para peserta, SEAQIL berharap kegiatan ke-BIPA-an selanjutnya dapat menghasilkan produk, baik berupa antologi, bunga rampai, ataupun produksi bahan ajar. (FH)

×