SEAQIL ajak pengajar bahasa maksimalkan penggunaan teknologi pada Pembelajaran Berbasis Proyek

SEAQIL Vodcast Live (SVL) hadir kembali menemani santai sore para pengajar bahasa dengan topik “Memaksimalkan Penggunaan Teknologi pada Pembelajaran Berbasis Proyek”. SVL telah memasuki episode 9 yang tayang pada Selasa, 7 Juni 2022 melalui Zoom dan kanal Youtube SEAQIL dan dipandu oleh Meyrinda Tobing. SEAQIL mengundang Dr. Finita Dewi yang merupakan Dosen Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia sekaligus Direktur Pengembangan Profesional Guru di iTELL.

Finita mengungkapkan bahwa Project-based Learning (PBL) membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik karena PBL menempatkan siswa sebagai subjek pembelajaran. “Metode ini memungkinkan siswa belajar lebih aktif, mandiri, dan menerapkan serta memahami materi belajar sesuai dengan kemampuan individu masing-masing. PBL memuat unsur discovery learning, meaningful learning, dan interactive learning. PBL juga mengandung unsur choice, interest concern, inquiry, research, dan collaboration yang akan melatih siswa untuk memilih, merencanakan, merancang, membuat, dan mempresentasikan suatu produk dalam waktu tertentu secara kolaboratif,” jelas Finita.

Finita menerangkan adanya perbedaan antara project saja dan PBL, Project saja seperti sesuatu yang tidak dirancang secara komprehensif yang mana semua kegiatan siswa dipimpin dan dirancang oleh guru, tetapi PBL lebih komprehensif dan mengandung unsur-unsur yang lengkap, serta student driven yang menjadi essensi. Kalau project saja hasilnya hanya dapat disaksikan di dalam kelas, tetapi PBL hasilnya dapat disaksikan oleh audience di luar kelas”.

Finita menjelaskan secara detail bahwa PBL memiliki unsur choice and interest yang menawarkan kepada siswa untuk memilih sendiri produk akhir apa yang akan mereka hasilkan sesuai dengan yang mereka gemari, lalu peran guru akan akan menemani prosesnya. Terkait peran teknologi dalam PBL, Finita menjelaskan, “Kebanyakan orang menggunakan teknologi sebagai ujung produknya, sedangkan PBL seharusnya menempatkan teknologi sebagai tools untuk menemani dan mendukung siswa dalam proses mengerjakan produknya”. Beranjak lebih jauh, Finita menekankan pemilihan teknologi juga disesuaikan berdasarkan kemampuan siswa, apakah siswa memiliki kualitas high tech, low tech, atau no tech.

Menanggapi pertanyaan dari penonton tentang adanya teknologi yang menjadi bagian dari unsur pendukung PBL, Finita menjelaskan, “Teknologi tidak dianggap sebagai hasil belajar. Teknologi itu seharusnya bukan sebagai tujuan akhir pembelajaran, teknologi digunakan sebagai teman siswa dalam berkolaborasi, brainstorming ide, saling sharing draf dan feedback. Di situlah teknologi digunakan dalam perjalanan mengerjakan proyeknya, kalau produk akhirnya berupa teknologi juga boleh”.

Lebih lanjut, menanggapi pertanyaan mengenai kendala ketika teknologi dikolaborasikan dalam PBL, Finita menyatakan, “Saya sering mendengar suara para guru bahwa mereka kebingungan saat ingin menggunakan alat teknologi tetapi siswa tidak memiliki gawai, tidak ada internet, dll.  Itu yang terjadi ketika teknologi dijadikan sebagai hasil belajar, proyeknya tidak berjalan karena tidak ada teknologi”.

“Padahal, kita bisa menentukan hasil belajar yang bukan berhubungan dengan teknologi, seperti kemampuan siswa untuk presentasi, memilah informasi, dll. Sebagai contoh, ada kasus di sekolah di mana siswa tidak boleh membawa gawai. Jangan sampai guru membuat suatu kelas tidak bisa melakukan PBL. Kalau ternyata teknologi tidak bisa digunakan, maka ayo, lakukan PBL tanpa teknologi dan tetap akan masih bisa berjalan,” jelas Finita.

Sebagai penutup, Finita menyoroti bahwa teknologi hanyalah sarana atau unsur untuk menemani siswa berproses belajar dan teknologi lebih ditekankan untuk mengantarkan siswa hingga sampai pada tujuannya, lebih daripada hasil akhir.

---

SEAQIL Vodcast Live (SVL) merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. SVL tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SVL episode 9 kini sudah dapat ditonton melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×