SEAQIL Vodcast Live (SVL) hadir kembali menemani santai sore para pendidik bahasa dengan topik “PMB-BBI di Indonesia: Bagaimana Implementasinya?” SVL telah memasuki episode 23 yang tayang pada hari Selasa, 22 November 2022 melalui Zoom dan kanal YouTube SEAQIL. SEAQIL mengundang Johnny Tjia, Ph.D. dari Yayasan Sulinama sebagai narasumber dan Meyrinda Tobing sebagai pewara.
Johnny memaparkan bahwa sebelum menerapkan pembelajaran berbasis bahasa ibu, guru dapat melakukan asesmen kecil untuk mengetahui kondisi kelasnya.
“Guru dapat mengamati kondisi ini dengan melalui pertanyaan, di antaranya apakah siswa kurang memahami percakapan dalam bahasa Indonesia? Apakah siswa lebih lancar dan sering menggunakan bahasa ibu di luar kelas dan di rumah? Apakah komunikasi dua arah terhalang dengan siswa biasanya hanya menjawab dengan 1—2 kata saja?, dsb,” jelas Johnny.
Johnny juga menyuguhkan contoh model pembelajaran menggunakan bahasa pengantar bahasa ibu dan implementasi transisi ke bahasa Indonesia yang dilaksanakan dalam program INOVASI di provinsi Nusa Tenggara Timur.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahasa ibu menjadi salah satu fokus utama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah, selain bahasa ibu dapat memudahkan para siswa untuk memahami pembelajaran dengan lebih baik.
“Pembelajaran yang berbasis bahasa ibu bukan sekadar mengganti bahasa pengantar dan bukan mencampur-campurkan bahasa, tetapi menggunakan bahasa ibu secara penuh. Selain itu, pembelajaran tersebut bukan sekadar menerjemahkan materi ajar dan bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran bisa juga tergantung bahan ajar, metode, dsb,” jelas Johnny.
Lebih lanjut, Johnny mengungkapkan beberapa prinsip dasar penerapan pembelajaran berbasis bahasa ibu.
“Hindari menerjemahkan dari bahasa Indonesia ke bahasa ibu dan hindari bahasa campuran. Guru bisa mulai mengajar dari hal-hal yang konkret berupa audio, visual, benda, gambar, kontekstual yang ada di lingkungan sekitar. Selanjutnya, baru beranjak ke hal-hal yang abstrak. Selain itu, pembelajaran dapat menargetkan hal-hal berbentuk lisan, seperti bunyi-bunyian dengan kegiatan mengamati, melihat, berbicara, dan mendengar baru masuk ke tulisan,” ungkap Johnny.
Untuk memperkaya wawasan peserta, Johnny juga menjelaskan terkait pedoman peraturan penggunaan bahasa ibu. “Peraturan penggunaan bahasa ibu telah tertuang dalam Perpres tentang Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah (No. 63/2019), pasal 23; Permendikbudristek tentang Standar Isi No. 7/2022; dan Permendikbudristek tentang Standar Proses No. 16/2022, pasal 12 ayat 2,” jelas Johnny.
Menjawab pertanyaan dari salah satu peserta, Johnny menyampaikan, “Terkait langkah awal yang harus dilakukan guru sebelum menggunakan bahasa ibu sebagai bahasa pengantar dalam pembelajaran, Bapak/Ibu guru dapat melakukan asesmen di dalam kelas, bisa secara informal dengan mengamati keseharian siswa di kelas, di luar kelas/di rumah.”
---
SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. SVL tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB dan setiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. SEAQIL Vodcast Live episode 23 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language. SVL episode 23 ini juga menjadi episode terakhir SVL yang tayang sepanjang tahun 2022.