SEAQIL ajak para guru bahasa optimalkan penerapan PTK di kelas bahasa

Siaran Pers
Jakarta, 25 November 2022

SEAQIL ajak para guru bahasa optimalkan penerapan PTK di kelas bahasa

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan webinar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pendidikan bahasa melalui Zoom dan kanal YouTube pada Kamis-Jumat [24-25/11]. Melalui webinar ini, 2 pembicara utama dan 11 pemakalah saji menjabarkan peran penting PTK dalam kelas bahasa serta manfaatnya bagi kompetensi siswa dan profesionalisme guru.

Lebih dari 1000 pengajar bahasa dan tenaga pendidik dari seluruh jenjang pendidikan di Asia Tenggara mendaftar menjadi peserta webinar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam pendidikan bahasa. Secara spesifik, webinar ini mengusung tema ‘PTK dan Peran Pentingnya dalam Pendidikan Bahasa Abad ke-21’. SEAQIL mengundang ahli dan praktisi dari Australia dan Malaysia sebagai pembicara utama, serta memberikan forum bagi 11 guru bahasa di Indonesia penerima SEAQIL Classroom Action Research (CAR) for Language Teachers (SCLT) 2022 untuk memaparkan hasil penelitiannya.

Direktur SEAMEO Secretariat yang diwakili oleh Spesialis Perencanaan dan Kebijakan SEAMEO Secretariat, Emiljohn C. Sentillas, mengucapkan terima kasih atas inisiatif SEAQIL menyelenggarakan webinar PTK. Sentillas mengucapkan bahwa penyelenggaraan webinar PTK turut mendukung beberapa area prioritas SEAMEO dalam mengatasi inklusi di dunia pendidikan.

“Inisiasi SEAQIL untuk melibatkan dan memberdayakan para guru dalam PTK mendukung area prioritas SEAMEO. Saat ini, dunia masih dalam situasi pasca-pandemi dan PTK mengajarkan para pembelajar menghadapi perubahan yang dinamis melalui aksi dan refleksi yang proaktif,” jelas Sentillas. 

Plt. Direktur SEAQIL, R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D. kemudian menjabarkan peran dan fungsi PTK dalam pendidikan bahasa. “PTK menjadi alat yang mampu memberdayakan guru dalam melakukan perubahan terkait pengajaran, pembelajaran, dan implementasi praktik yang sesuai dengan kebutuhan siswa. PTK diharapkan dapat membantu peningkatan prestasi siswa dan menjadikan sekolah sebagai komunitas belajar yang efektif,” ujar Dian.

Dian juga menjelaskan bahwa SEAQIL berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan pedagogis profesional para guru bahasa. Melalui program SCLT, guru bahasa tidak hanya difasilitasi merancang proposal dan melakukan penelitian, tetapi juga dapat mempresentasikan hasilnya melalui webinar. Sebelas pemakalah terpilih SCLT terdiri dari berbagai guru bahasa (Indonesia, Inggris, Jerman, dan Jepang) dan berasal dari berbagai wilayah (Sumatera Barat, Lampung, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara).

Mengawali sesi paparan, Prof. Anne Burns dari University of New South Wales (Australia) memperkenalkan salah satu model yang bisa diterapkan dalam PTK, yakni membuat perencanaan untuk mengidentifikasi isu dominan di ruang kelas. Selanjutnya, Prof. Dr. Goh Lay Huah dari HELP University, Malaysia, turut menambahkan bahwa relevansi, reflektif, realistis, penyempurnaan, dukungan, dan saling berbagi (4R2S/relevant, reflective, realistic, refine, support and sharing) merupakan fitur-fitur penting dalam menopang pengembangan, peningkatan, dan peningkatan berkelanjutan profesional guru bahasa melalui pelaksanaan PTK. 

Webinar ini merupakan salah satu langkah lanjutan untuk membantu peningkatan motivasi guru bahasa dalam melaksanakan PTK dan publikasi hasil penelitian. Proses berbagi wawasan terkait peluang, tantangan, dan peran PTK terhadap pendidikan bahasa tentunya mendukung peningkatan motivasi dan profesional bagi guru serta tenaga kependidikan. Selain itu, dukungan publikasi hasil penelitian diharapkan semakin menumbuhkan keterbukaan terhadap potensi kerjasama dengan universitas, dosen, dan sesama guru.

Tentang SEAQIL

SEAMEO Regional Centre for Quality Improvement of Teachers and Education Personnel (QITEP) in Language (SEAQIL) merupakan salah satu pusat regional dari The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara. Di Indonesia, SEAQIL berada di bawah koordinasi Kemendikbudristek dan berfokus pada pengembangan kualitas guru bahasa (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Arab, Jepang, Jerman, dan Mandarin) serta tenaga kependidikan melalui pelatihan, seminar, lokakarya, dan pelayanan lainnya.

×