SEAQIL ajak para guru bahasa memaksimalkan hasil belajar melalui asesmen formatif dan sumatif

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) mengundang Kalvin Sandabunga dari Sekolah Dian Harapan untuk menjadi narasumber pada SEAQIL Vodcast Live (SVL) episode ke-19. Episode ini, SVL tayang pada Selasa (18/10) melalui kanal YouTube dan Zoom SEAQIL bersama pewara Meyrinda Tobing. Masih dalam seri Merdeka Belajar melalui Pembelajaran Bahasa, episode kali ini membahas cara memaksimalkan hasil belajar bahasa siswa dengan asesmen formatif dan sumatif.

Memulai sesi pemaparan, Kalvin menyampaikan bahwa pada prinsipnya, sebuah asesmen yang baik harus dirancang secara adil, proporsional, valid, dan reliabel. “Asesmen tidak hanya melulu tentang evaluasi dan tes, tetapi pembelajaran itu sendiri, sehingga sebagai pendidik kita bisa mendapat informasi yang holistik,” jelasnya. Kalvin berpendapat bahwa asesmen juga harus bisa menghasilkan laporan yang bermakna dan bermanfaat sehingga guru bisa melihat kemajuan dan pencapaian siswa.

Menurut Kalvin, asesmen formatif bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Kalvin menjelaskan bahwa, “Asesmen formatif tidak sekedar menilai atau menghakimi, dan bukan merupakan penilaian akhir.” Oleh karena itu, asesmen formatif dilaksanakan saat proses pembelajaran untuk menyokong siswa dalam mengenali kesalahan dan kekurangannya dalam proses pembelajaran, serta memberikan umpan balik yang positif bagi siswa untuk memperbaiki kesalahannya.

Lebih lanjut, Kalvin juga menyampaikan penjelasannya mengenai asesmen sumatif. “Asesmen sumatif adalah evaluasi dari serangkaian pembelajaran. Sumatif itu seharusnya tidak menegangkan. Guru sebagai pendidik harus berusaha menghadirkan atmosfer yang menyenangkan,” ujarnya. Kalvin kemudian menjelaskan bahwa asesmen sumatif seharusnya menjadi momen puncak perayaan dari proses pembelajaran. Sebagai contoh, asesmen sumatif dapat dilakukan salah satunya dengan cara mengimplementasikan demonstrasi hasil pembelajaran yang disesuaikan dengan apa yang disenangi oleh siswa, seperti pementasan drama atau peluncuran hasil karya siswa.

Sebagai penutup, Kalvin menyatakan bahwa asesmen formatif dan sumatif turut mendukung kebijakan kurikulum merdeka sebagai kurikulum yang memihak siswa. Ia menambahkan, “Asesmen itu haruslah menyenangkan, bahkan menjadi perayaan untuk anak-anak (siswa) setelah mereka belajar melalui proses asesmen formatif.” Saat berhasil mencapai asesmen sumatif, guru perlu mengapresiasi proses yang telah dilalui karena asesmen tersebut adalah puncak dari pembelajaran siswa. Dari sudut pandang lain, proses asesmen formatif dan sumatif tentunya mendorong guru untuk terus menjadi pengajar yang inovatif, mampu mengenali serta mengakomodasi kebutuhan siswa. (RTP/FH)

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 19 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×