SEAQIL ajak guru telaah langkah yang tepat sebelum menentukan metode penelitian

Sudahkah menonton SEAQIL Vodcast Live seri Penelitian Tindakan Kelas (PTK)? Apakah metodologi penelitian dalam PTK Anda sudah tepat? Pada episode 6 yang tayang Selasa [19/4], SEAQIL menyuguhkan informasi mengenai aspek-aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metodologi dalam PTK. Topik ini dibahas oleh Dr. Ifan Iskandar, M.Hum. dan dipandu oleh Meyrinda Tobing.

Mengawali paparannya, Ifan menekankan, “Kita biasanya terjebak menentukan dulu metodenya apa, padahal bukan metodenya yang penting, tetapi rumusan masalahnya dulu sudah benar atau belum? Kalau rumusan masalahnya sudah benar, nanti yang lainnya, seperti data dan metode akan terkait ke sana".

Ifan kemudian melanjutkan bahwa penelitian dimulai dari sebuah masalah. Jadi, kata Ifan, masalah di sini bukan hanya menjadi titik awal, tetapi juga mendikte komponen lain dalam metodologi. “Berdasarkan masalah, kita bisa mengidentifikasi data dan sumber datanya, kita bisa mengidentifikasi metodenya, instrumennya, dan rubriknya apa. Kita didikte oleh masalah penelitian”, kata Ifan.

Lebih lanjut, Ifan menjelaskan bahwa dalam siklus PTK, siklus sering dianggap tahap, padahal siklus itu proses yang utuh yang bila tidak terjadi kenaikan yang kita inginkan maka kita beralih ke siklus kedua dengan catatan di siklus pertama merupakan perencanaan menentukan tindakan. “Tindakan kita ada pada tahap perencanaan dan kita berpindah siklus bila tindakan pertama tidak menyelesaikan masalah yang kita harapkan,” jelas Ifan.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai bagaimana merancang tindakan yang tepat, Ifan menjelaskan, “Merancang tindakan yang tepat berawal dari rumusan masalah penelitian, misalnya kita akan membicarakan satu kompetensi yang akan kita tingkatkan. Kompetensi kita rumuskan ke dalam masalah penelitian, kata kunci dalam rumusan masalah kita bawa ke kajian pustaka dan pengumpulan data”.

Kemudian, lanjut Ifan, umumnya orang melakukan teknik pengumpulan data bila terkait teknik kuantitatif, sedangkan teknik kualitatif menggunakan prosedur pengumpulan data. Menurut Ifan, teknik/prosedur penelitian itu satu dan data itu didikte oleh masalah penelitian. Ifan mencontohkan, jika kita bicara data penelitian, misalnya “Bagaimanakah penggunaan microlearning”, berarti datanya berupa proses belajar mengajar menggunakan microlearning.

“Data adalah informasi untuk menjawab pertanyaan penelitian. Proses bagaimana sebuah pertanyaan kemudian mengarahkan datanya harus apa, dikumpulkannya dengan instrumen apa, dianalisisnya bagaimana, ini yang kita sebut aspek metodologi. Sekali lagi, sumbernya berangkat dari pertanyaan penelitian”, kata Ifan.

Ifan menyimpulkan, “Yang dilakukan peneliti sesugguhnya berangkat dari masalahnya apa. Metode, teknik, cara, dan strateginya bagaimana bisa kita peroleh dari berdiskusi dengan orang lain atau membaca. Inilah yang menjadi cikal bakal tindakan yang dilakukan guru”.

---

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 4 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Langauge. (/MR)

×