SEAQIL ajak guru mewujudkan kolaborasi antarmapel melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menayangkan SEAQIL Vodcast Live (SVL) Episode 21 pada Selasa (8/11) melalui kanal YouTube dan Zoom SEAQIL. Episode ini menjadi penutup SVL Seri Merdeka Belajar Melalui Pembelajaran Bahasa. SEAQIL mengundang Arnold Arnoldus dari SMA Katolik Frateran Maumere dan Meyrinda Tobing sebagai pewara untuk membahas tema Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai wujud sinergi antarmapel untuk proyek yang kontekstual.

Arnold membuka pembahasan dengan menegaskan bahwa, “Dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, diharapkan setiap guru bisa berkolaborasi dengan baik untuk mencapai dimensi-dimensi profil pelajar Pancasila.” Arnold kemudian mengingatkan betapa pentingnya untuk menyamakan persepsi antarguru sebelum memulai kolaborasi.

Lantas Arnold menuturkan bahwa dalam membimbing siswa merumuskan masalah dan landasan proyek pembelajaran, dapat diimplementasikan tahapan “MERDEKA”, yakni: Mulai dari Diri Sendiri; Eksplorasi Konsep; Ruang Kolaborasi; Demonstrasi Kontekstual; Koneksi Antarmateri; dan Aksi Nyata. Hal ini dilakukan guna mengenali potensi dan karakteristik siswa untuk penyesuaian proses penyusunan proyek.

Arnold juga memperkenalkan proyek yang dijalankan SMA Katolik Frateran Maumere dalam perwujudan P5, “Dalam proyek-proyek ini, kami memberi pengalaman belajar bagi siswa melalui kegiatan wisata bertema lingkungan.” Arnold menyebutkan bahwa, melalui proyek ini, siswa bisa mempelajari keterkaitan ekosistem dan masalah-masalah di sekitarnya. Lalu, siswa akan bisa belajar untuk mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut sehingga  diharapkan ada perubahan perilaku dan gaya hidup siswa sebagai tujuan paling utama dari pelaksanaan proyek.

Lebih lanjut, Arnold menjelaskan mengenai peran dan wujud kolaborasi guru antarmapel dalam penyusunan proyek. Menurutnya, “Sejak awal, semua guru terlibat dalam proses analisis dimensi, elemen/sub-elemen, materi, serta instrumen penilaian.” Arnold berpendapat bahwa pada dasarnya, guru memiliki peran untuk menjadi inspirator, fasilitator, dan juga motivator bagi siswa. Arnold lalu kembali menegaskan bahwa dibutuhkan partisipasi dan kolaborasi antarguru mapel pada proyek yang dijalankan. Hal tersebut dikarenakan terdapat banyak elemen berbeda yang membutuhkan kontribusi guru antarmapel.

Mengakhiri episode ini, Arnold menekankan, “Persiapan (P5) memang panjang, tetapi kenyataannya kita berpacu dengan waktu. Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyamakan persepsi.” Hal demikian penting menurutnya untuk memulai sebuah kolaborasi sehingga setiap guru mapel yang berbeda bisa mengedepankan kepentingan proyek berdasarkan persepsi bersama.

___

SEAQIL Vodcast Live merupakan program peningkatan kompetensi guru yang inovatif dan dikemas dalam bentuk bincang santai. Tayang rutin setiap hari Selasa (minggu ke-2 dan ke-4 setiap bulannya) pukul 15.00—16.00 WIB. Tiap episode mengangkat tema yang berbeda terkait pengajaran bahasa. Informasi episode SEAQIL Vodcast Live selanjutnya dapat diakses melalui laman dan media sosial SEAQIL. SEAQIL Vodcast Live episode 21 kini sudah dapat ditonton ulang melalui kanal YouTube SEAMEO QITEP in Language.

×