SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan lokakarya pengembangan Prosedur Operasional Standar (POS) pada Rabu—Jumat (27--29/10) di Bogor untuk meningkatkan kompetensi para stafnya dalam mengevaluasi dan memutakhirkan dokumen POS yang sudah ada. SEAQIL mengundang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) serta Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kemendikbudristek sebagai narasumber lokakarya. Selain itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bogor turut hadir sebagai peserta pada tiga hari pelaksanaan kegiatan.SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan lokakarya pengembangan Prosedur Operasional Standar (POS) pada Rabu—Jumat (27--29/10) di Bogor untuk meningkatkan kompetensi para stafnya dalam mengevaluasi dan memutakhirkan dokumen POS yang sudah ada. SEAQIL mengundang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan RB) serta Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kemendikbudristek sebagai narasumber lokakarya. Selain itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bogor turut hadir sebagai peserta pada tiga hari pelaksanaan kegiatan.
POS merupakan salah satu intruksi tertulis yang keberadaannya dapat membantu sebuah organisasi melaksanakan berbagai tugas, fungsi ataupun kegiatan dengan baik. Dengan mengacu pada dokumen POS, berbagai keputusan dan pekerjaan dapat dilakukan secara efektif, efisien, sistematis, konsisten, dan terstandar. Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, dalam sambutan pembukaan menuturkan, “Melalui implementasi POS yang konkrit, kita bisa melaksanakan semua kegiatan dengan baik, konsisten, dan teratur. Selain itu, kualitas layanan yang diberikan kepada Bapak dan Ibu guru bisa dimaksimalkan, sehingga layanan SEAQIL menjadi lebih prima.”

Perwakilan Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangungan Manusia dan Kebudayaan, Kemenpan RB memberikan pematerian pra pengembangan POS
Secara umum Luqman Rahmadi dari Kelembagaan dan Tata Laksana Pembangungan Manusia dan Kebudayaan, Kemenpan RB memaparkan bahwa penyusunan POS memiliki 4 siklus yang dimulai dari 1) penilaian kebutuhan, 2) pengembangan POS, 3) penerapan POS, serta 4) monitoring dan evaluasi POS. Lebih lanjut, Luqman menekankan beberapa poin seperti, konsistensi, komitmen, perbaikan berkelanjutan, serta partisipasi aktif dari setiap pihak dalam institusi agar POS dapat diterapkan dan berfungsi secara baik.

Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kemendikbudristek mendampingi para peserta lokakarya mengembangkan draf POS.
Berdasarkan siklus penyusunan POS, pada lokakarya ini, SEAQIL berfokus untuk mengembangkan POS yang sudah ada. Setelah mengetahui berbagai jenis dan fungsi POS, sesi evaluasi, perancangan, penyusunan dan pemutakhiran POS SEAQIL kemudian dipandu oleh Aryo Anindito Karunia Aji dan Swandita Adinata dari Biro Organisasi dan Tata Laksana, Kemendikbudristek. Pengembangan POS kemudian diakhiri dengan presentasi dan pembahasan draf POS beberapa divisi yang ada di SEAQIL.
Pada akhir lokakarya, Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto, mengucapkan rasa terima kasih atas komitmen dan partisipasi aktif yang diberikan oleh para peserta selama kegiatan berlangsung. Beliau berharap standardisasi mutu baku dalam POS bersifat ideal sehingga implementasinya dapat lebih melancarkan dan mengoptimalkan berbagai pekerjaan yang ada di SEAQIL.