Jakarta — SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menerima kunjungan kerja delegasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan pada Rabu (28/1/2026) di kantor SEAQIL. Pertemuan ini membahas kelanjutan dan penguatan kerja sama program pelatihan guru dan tenaga kependidikan pada tahun 2026, khususnya pada pelatihan bahasa Inggris bagi guru sekolah dasar sebagai respons terhadap kebijakan nasional yang menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD mulai tahun ajaran 2027/2028.
Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin antara SEAQIL dan Disdikbud Kabupaten Muara Enim. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2025, SEAQIL telah sukses melaksanakan dua pelatihan bersama Disdikbud Muara Enim sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru bahasa Indonesia dan bahasa Inggris pada topik pembelajaran mendalam, kecerdasan artifisial (KA), dan kompetensi digital.
“Kami tetap sangat terbuka sekiranya kalau boleh kami menamainya kolaborasi. Bukan SEAQIL yang membantu Kabupaten Muara Enim, tetapi kami meyakini kolaborasi,” tegas Brian.
Dalam kesempatan tersebut, SEAQIL menawarkan pengembangan kerja sama untuk tahun 2026 yang mencakup program pelatihan literasi, pelatihan bahasa Inggris bagi guru sekolah dasar, serta pelatihan pemanfaatan KA dalam pembelajaran. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus kesiapan guru menghadapi perubahan kebijakan pendidikan nasional.
Perwakilan Disdikbud Kabupaten Muara Enim menyambut baik rencana kolaborasi lanjutan tersebut. Disdikbud menilai kerja sama dengan SEAQIL sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan guru Sekolah Dasar (SD), khususnya menjelang pemberlakuan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan program, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran.
Dalam diskusi, Disdikbud Kabupaten Muara Enim menyampaikan komitmen untuk melanjutkan kerja sama pada tahun 2026 dengan fokus utama pada guru sekolah dasar.
“Misi kami tahun ini adalah SD,” pungkas Dian Wulandari selaku Analis Kurikulum dan Pembelajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.
SEAQIL menawarkan skema pelaksanaan pelatihan yang direncanakan berlangsung pada semester pertama tahun 2026. Materi pelatihan menitikberatkan pada metodologi English for Young Learners (EYL), dengan pendekatan pembelajaran aktif seperti penggunaan lagu, gambar, gerak tubuh, seni, dan budaya.
Rapat juga membahas penguatan mekanisme monitoring dan evaluasi (monev). SEAQIL akan mengkaji formula evaluasi untuk menilai dampak program pelatihan, yang akan dilaksanakan setelah guru mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah.
Sebagai hasil rapat, SEAQIL dan Disdikbud Kabupaten Muara Enim sepakat untuk menandatangani dokumen Implementation of Agreement (IA). Program prioritas tahun 2026 difokuskan pada pelatihan bahasa Inggris bagi guru sekolah dasar, dengan pendanaan dari Disdikbud dan dukungan teknis dari SEAQIL, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi pasca-implementasi pembelajaran di sekolah. (Penulis: Sasa/Editor: Qisty, Ridwan)