SEAQIL Siapkan Standar Kompetensi Pengajar BIPA yang Aplikatif dan Dinamis

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani (kanan-atas); Deputi Direktur Program SEAQIL, Esra Nelvi M. Siagian (kiri-atas); Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto (kanan-bawah) dan; Pakar Kurikulum dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud, Yusri Saad (kiri-bawah) memberikan masukan pada naskah Standar Kompetensi Pengajar BIPA.

Dalam upaya merealisasikan Standar Kompetensi Pengajar (SKP) Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), SEAQIL menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Sinkronisasi Standar Kompetensi Pengajar BIPA pada Rabu [28/07]. Upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari dua tahap penyusunan yang sudah dilakukan sebelumnya dan sebagai persiapan tahap selanjutnya, yakni finalisasi Standar Kompetensi Pengajar BIPA. Lima pakar BIPA dan kurikulum yang berasal dari berbagai institusi dan lembaga ternama turut diundang sebagai narasumber pada kegiatan tersebut.

Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani, menyampaikan bahwa penyusunan SKP BIPA telah melewati berbagai tahapan dan masih membutuhkan penyempurnaan sebelum dibahas pada tahap finalisasi. Luh Anik menjelaskan, “Hasil atau butir-butir kompetensi masih ada yang tumpah tindih dan perumusannya belum sinkron. Kami berharap masukan yang diberikan pagi ini dapat menjadi dasar untuk menyelaraskan dan menyempurnakan dokumen sehingga Standar Kompetensi Pengajar BIPA dapat diselesaikan dalam waktu dekat.”

Guna mencapai tujuan tersebut, SEAQIL mengundang empat pakar BIPA, yakni Rahmi Yulia Ningsih (Universitas Bina Nusantara Jakarta); Agus Soehardjono (Wisma Bahasa Yogyakarta); Paulina Chandrasari Kusuma (Universitas Atma Jaya) dan; Thomas Wahyu Prabowo Mukti (Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta), dan pakar kurikulum, Yusri Saad (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud) sebagai tim sinkronisasi penyusunan naskah SKP BIPA.

Empat pakar BIPA. Agus Soehardjono, Wisma Bahasa Yogyakarta (kanan-atas); Paulina Chandrasari Kusuma, Universitas Atma Jaya  (kiri-atas); Rahmi Yulia Ningsih, Universitas Bina Nusantara Jakarta (kanan-bawah) dan; Thomas Wahyu Prabowo Mukti, Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta (kiri-bawah) menjadi tim sinkronisasi Standar Kompetensi pengajar BIPA.

Selama diskusi berlangsung, setidaknya empat standar kompetensi disempurnakan oleh tim sinkronisasi dan SEAQIL. Empat standar kompetensi meliputi 1) kompetensi pedagogis; 2) kompetensi profesional; 3) kompetensi kepribadian dan sosial; 4) kompetensi wawasan ke-Indonesia-an dan lintas budaya. Secara umum, proses penyempurnaan meliputi tinjauan ulang pada butir-butir kompetensi dan sinkronisasi terminologi yang ada dalam draf naskah dengan kurikulum terkini. Pada akhir kegiatan, draf naskah yang tidak hanya sistematis, tetapi juga dinamis mengikuti perkembangan kurikulum diharapkan dapat segera difinalisasi untuk menjadi SKP BIPA yang aplikatif

×