SEAQIL Sambut Kunjungan Quippy, Platform Belajar Bahasa Asing Berbasis Kecerdasan Artifisial

SEAQIL Sambut Kunjungan Quippy,

Platform Belajar Bahasa Asing Berbasis Kecerdasan Artifisial

 

Jakarta — SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyambut kunjungan perusahaan asal Hong Kong, QUIPPY, pada Jumat (30/01/2026). Quippy merupakan platform pembelajaran bahasa asing, termasuk Bahasa Inggris, yang memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (KA).

Pertemuan tersebut berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh Direktur SEAQIL Dr. Brian Arieska Pranata, sejumlah pegawai SEAQIL terutama bidang pelatihan dan pengembangan, serta delegasi QUIPPY termasuk CEO Quippy, Jerry Yiu. 

Dalam kunjungan tersebut, SEAQIL bersama Quippy menjajaki potensi kerja sama dalam pengembangan kemampuan berbahasa asing bagi guru dan siswa, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Saat pembukaan, Direktur SEAQIL mengungkapkan ketertarikannya terhadap QUIPPY. 

“Kami optimistis terhadap potensi Quippy. Saya selalu memikirkan kemungkinan untuk membuat post-test dari pelatihan kami,” ungkap Brian. “AI ini sebenarnya akan membantu kami dalam menyusun post-test untuk pelatihan. Jadi, saya merasa antusias,” lanjutnya, menekankan potensi yang dimiliki oleh Quippy dalam mendukung  program pengembangan yang diselenggarakan oleh SEAQIL.

Chief Executive Officer (CEO) of Quippy, Jerry Yiu, menekankan bahwa platform ini memiliki tingkat aksesibilitas yang luas karena dapat digunakan melalui berbagai perangkat elektronik, sehingga memudahkan guru dalam mengintegrasikannya ke dalam kegiatan pembelajaran.

Pada kesempatan yang sama, Chief Operating Officer (COO) of Quippy, Lim, mendemonstrasikan secara langsung pemanfaatan KA dalam proses pembelajaran. Sejumlah keunggulan fitur Quippy pun diperkenalkan, mulai dari penyesuaian materi dengan tingkat kemampuan berbahasa peserta didik, pemberian umpan balik yang rinci terhadap capaian belajar, hingga pelaksanaan evaluasi atau ujian.

Terkait kesesuaian fitur Quippy dengan tujuan berbagai program yang diselenggarakan SEAQIL, kedua institusi saling berbagi pandangan mengenai potensi implementasinya.

“Quippy sebenarnya paling cocok untuk murid sekolah dasar dan menengah,” jelas Lim.

Pernyataan tersebut sejalan dengan mandat SEAQIL yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni meningkatkan kompetensi pedagogis dan profesional dari para guru dan tenaga kependidikan di bidang bahasa. Peningkatan tersebut dilakukan dalam bentuk pelatihan, penyusunan modul dan panduan, hingga kebijakan regional. Dalam konteks tersebut, pemanfaatan QUIPPY dalam proses pembelajaran, khususnya oleh guru dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menggunakan teknologi untuk mendukung peningkatan kemampuan berbahasa siswa. (Penulis: Sasa/Editor: Qisty, Ridwan)

×