SEAQIL Sambut Kolaborasi KLS 2022 dengan IAIN Pekalongan

Direktur SEAQIL dan Wakil Dekan I Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Pekalongan mendiskusikan skema pelaksanaan KLS 2022.

 

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) melakukan diskusi lanjutan terkait program Klub Literasi Sekolah (KLS) 2022 dengan IAIN Pekalongan secara daring pada Kamis [06/01]. Diskusi awal sosialisasi program KLS 2022 dan evaluasi KLS 2021 kepada perguruan tinggi mitra SEAQIL sebelumnya telah dilaksanakan pada Desember 2021. Diskusi lanjutan dihadiri oleh pejabat dari kedua institusi, diantaranya Dewan Direksi SEAQIL serta Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, dan Kepala Jurusan TBIG IAIN Pekalongan. Pada kesempatan ini, pokok pembahasan berfokus pada integrasi KLS dengan waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, dan konversi mata kuliah praktik pengalaman lapangan (PPL) berdasarkan kebutuhan IAIN Pekalongan.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur SEAQIL, Dr. Luh Anik Mayani menyampaikan salam hangat dan apresiasi atas semangat menyambut program kolaborasi di tahun 2022 pada IAIN Pekalongan. Luh Anik menuturkan, “Kami senang dengan sambutan positif IAIN Pekalongan untuk KLS 2022. Kami terbuka untuk menyeimbangkan kebutuhan IAIN Pekalongan dan kampus mitra lain agar program dapat menguntukan kedua belah pihak terutama untuk kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).” Lebih lanjut, beliau menambahkan hasil survei mahasiswa menunjukkan bahwa KLS bermanfaat tidak hanya untuk perkuliahan, tetapi juga bagi karir dan meningkatkan minat literasi mahasiswa berdasarkan bidang peminatan yang diampu.  

Pada kesempatan ini, Wakil Dekan I, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), IAIN Pekalongan, Dr. Moh. Jaeni, M.Pd., M.Ag., mengutarakan pandangannya terhadap sosialisasi KLS 2022 dan evaluasi KLS 2021, “Kebermanfaatan KLS luar biasa bagi berbagai pihak. Bagi mahasiswa, mereka tidak hanya akan mendapatkan pengalaman pedagogis dan professional, tetapi juga diharapkan mendapat pengakuan melalui sertifikat skala internasional KLS. Namun, IAIN memerlukan diskusi lanjutan agar pelaksanaan KLS dapat diintegrasikan dengan baik.”

Pandangan tersebut didukung oleh Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, IAIN Pekalongan, Ahmad Burhanuddin, M.Pd., yang turut menyatakan bahwa program KLS menjadi potensi magang yang dianggap lebih lengkap dan unggul dibandingkan dengan PPL IAIN Pekalongan. Lebih lanjut, Beliau memaparkan konsep dan teknis PPL yang mencakup jaringan sekolah pelaksanaan PPL, pelaksanaan pada semester gasal (Agustus—September), dan bobot mata kuliah sebanyak 4 SKS.

Menanggapi kondisi dan kebutuhan yang telah dipaparkan oleh IAIN Pekalongan, Direktur SEAQIL menyatakan akan melaksanakan sosialisasi kedua atau lanjutan kepada kampus mitra sebelum KLS 2022 dimulai. Diharapkan, saat sosialisasi mendatang, skema pelaksanaan KLS 2022, baik dalam hal waktu pelaksanaan, moda atau tempat pelaksanaan, hingga konversi program dengan mata kuliah ataupun kebutuhan lain dapat menjadi solusi terbaik bagi seluruh pihak yang akan terlibat. Diskusi diakhiri dengan pembahasan rencana KLS skema penyesuaian (customised) bagi IAIN Pekalongan. (/FH)

×