SEAQIL secara resmi menutup rangkaian pelatihan Excellence of HSK Preparation (Online Course) yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Senin, 30 Juni 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi SEAQIL bersama Global Cultural Adventures (GCA) dan Quippy Learning Platform dalam mendukung peningkatan kompetensi bahasa Mandarin bagi pendidik dan pembelajar di kawasan Asia Tenggara.
Acara penutupan diisi dengan sambutan dari para mitra penyelenggara, refleksi tutor, testimoni peserta, serta penutupan resmi oleh Direktur SEAQIL. Dalam sambutannya, perwakilan GCA menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra, tutor, dan peserta atas komitmen yang telah ditunjukkan selama pelaksanaan program. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan bahasa Mandarin, tetapi juga menjadi sarana membangun pemahaman lintas budaya melalui proses belajar yang interaktif dan kolaboratif.
Chief Executive Officer (CEO) Quippy, Jerry Yiu, turut menyampaikan bahwa teknologi berperan penting dalam mendukung pembelajaran bahasa asing. Jerry Yiu berharap kolaborasi yang telah terjalin tidak berhenti pada pelatihan ini, melainkan terus berkembang melalui kerja sama riset, pemanfaatan platform pembelajaran, hingga partisipasi dalam kompetisi bahasa Mandarin tingkat internasional yang akan datang.
Mewakili GCA interns, Danyang Su berbagi pengalamannya dalam mendukung pelaksanaan program. Ia menyampaikan bahwa keterlibatannya secara langsung bersama para peserta memberinya kesempatan untuk mengamati meningkatnya rasa percaya diri mereka dalam menggunakan bahasa Mandarin selama pelatihan berlangsung. Menurut pengamatannya, para peserta menunjukkan perkembangan yang menggembirakan sepanjang program, dengan banyak di antaranya telah mampu memperkenalkan diri dan melakukan percakapan sederhana dalam bahasa Mandarin. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pembelajaran yang interaktif serta sesi latihan yang rutin turut menciptakan suasana belajar yang mendukung dan menarik.
Mewakili peserta pelatihan, Elisa Ong menyampaikan rasa syukur atas kesempatan untuk mengikuti program tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Mandarinnya, tetapi juga memperdalam apresiasinya terhadap budaya Tiongkok sekaligus memberikan kesempatan berharga untuk menjalin persahabatan dengan peserta dari berbagai negara. Ia berharap inisiatif serupa dapat terus diselenggarakan di masa mendatang sehingga lebih banyak pembelajar dapat merasakan manfaat dari program ini.
Dalam sambutan penutupnya, Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, menyampaikan bahwa program ini memperoleh antusiasme tinggi dengan sekitar 150 pendaftar dari Kamboja, Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 peserta terpilih mengikuti pelatihan dengan prioritas bagi para guru. Ia juga menyoroti keberagaman kemampuan peserta yang berasal dari berbagai jenjang HSK, mulai dari Level 1 hingga Level 6, sebagai bukti meningkatnya minat masyarakat terhadap pembelajaran bahasa Mandarin di kawasan Asia Tenggara.
Brian berharap pelatihan ini tidak hanya membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi ujian HSK, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan kompetensi bahasa Mandarin secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh peserta untuk tetap menjalin komunikasi, saling berbagi pengalaman, serta terus belajar setelah program berakhir sebelum secara resmi menutup kegiatan Excellence of HSK Preparation (Online Course).
Menutup rangkaian acara, SEAQIL mengumumkan bahwa program akan berlanjut ke tahap berikutnya berupa pelatihan regional bagi guru bahasa Mandarin yang direncanakan berlangsung secara luring di Bali pada September 2026. Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan tersebut akan disampaikan kepada para peserta melalui kanal komunikasi resmi SEAQIL. (Penulis: Ryan/Editor: Ridwan)