SEAQIL Perkuat Pengembangan LMS melalui Penyusunan Alur Pembelajaran dan Simulasi Operasional Fitur

SEAQIL Perkuat Pengembangan LMS melalui

Penyusunan Alur Pembelajaran dan Simulasi Operasional Fitur

 

Jakarta, 17 Juli 2026 – Dalam upaya memperkuat transformasi digital penyelenggaraan pelatihan guru bahasa, SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) mengembangkan alur pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) melalui kegiatan Pengembangan Alur Pembelajaran dan Simulasi Operasional Fitur LMS. Kegiatan yang diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas staf SEAQIL serta narasumber dari SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) ini bertujuan untuk menyusun alur pembelajaran berbasis LMS sekaligus menyimulasikan operasional fitur-fitur sistem sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan digital di SEAQIL.

Kegiatan diawali dengan arahan dari Kepala Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi SEAQIL, dilanjutkan dengan reviu terhadap hasil konfigurasi LMS yang telah dikembangkan. Selanjutnya, peserta mendiskusikan alur pembelajaran yang akan diterapkan pada berbagai program pelatihan SEAQIL, mulai dari tahapan pembelajaran, penyajian materi, aktivitas peserta, hingga mekanisme asesmen. Proses ini bertujuan untuk memastikan setiap fitur dalam LMS dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran secara efektif dan terintegrasi.

Pada sesi pendampingan, tenaga ahli dari SEAMOLEC memfasilitasi simulasi operasional berbagai fitur LMS sesuai dengan alur pembelajaran yang telah disusun. Simulasi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan penggunaan fitur-fitur utama LMS sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu disempurnakan sebelum sistem diimplementasikan dalam penyelenggaraan pelatihan.

Pengembangan modul LMS ini merupakan kelanjutan dari pengembangan Gateway for Activities, Training, and Education System (GATES) by SEAQIL, yang sebelumnya berfokus pada pengelolaan administrasi kegiatan dan pelatihan. Dengan penambahan modul LMS, GATES diharapkan berkembang menjadi ekosistem pembelajaran digital yang mampu mendukung pembelajaran sinkron maupun asinkron, pengelolaan materi interaktif, asesmen, serta penyediaan data yang mendukung proses Monitoring, Evaluation, and Learning (MEL).

Melalui kegiatan ini, SEAQIL menargetkan tersusunnya alur pembelajaran berbasis LMS yang telah disempurnakan melalui simulasi operasional fitur-fitur sistem. Hasil tersebut diharapkan menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelatihan digital di SEAQIL, sekaligus memperkuat komitmen lembaga dalam menghadirkan layanan pengembangan profesional guru bahasa yang lebih inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi. (Penulis: Ryan | Editor: Ridwan)

×