Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) menjadi komponen penting yang berperan sebagai sistem pengendalian mutu yang terintegrasi dalam siklus perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian terhadap dampak program. Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyamakan persepsi di internal SEAQIL terkait Monev melalui pelaksanaan Lokakarya Penyamaan Persepsi dan Penyusunan Draf Awal Panduan Monitoring dan Evaluasi (Monev) SEAQIL pada 8 hingga 9 Mei 2025 yang dilaksanakan secara luring di Bogor.
Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, menyampaikan bahwa pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini akan menjadi dasar SEAQIL dalam melakukan pengambilan keputusan dan arah SEAQIL ke depannya.
Brian juga berharap dengan penyamaan persepsi dan ilmu-ilmu yang didapatkan dari para narasumber, SEAQIL bisa mendapatkan inspirasi, pedoman seperti apa yang bisa dilakukan, dan bisa mengambil manfaat dari wawasan yang didapat dari narasumber.
Narasumber ahli di bidang monev dari berbagai instansi seperti Sekretariat SEAMEO (SEAMES), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (GTK PG), SEAMEO BIOTROP, SEAMEO QITEP in Science (SEAQIS), serta SEAQIL turut serta berbagi wawasan dan pengetahuan mendalam mengenai monev. Melalui lokakarya ini, diharapkan dapat membangun pemahaman internal SEAQIL mengenai monev dan dapat menghasilkan draf awal panduan monev SEAQIL. (Penulis: Qisty Meisya N; Editor: M. Masrur Ridwan)