SEAQIL Kembangkan Pelatihan Guru EYL dengan Integrasi Teknologi Pembelajaran

SEAQIL Kembangkan Pelatihan Guru English for Young Learners (EYL) dengan Integrasi Teknologi Pembelajaran

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Silabus dan Materi Pelatihan bagi Guru English for Young Learners (EYL) pada 9–10 Maret 2026 di D.I. Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SEAQIL dalam memperkuat kualitas pengajaran bahasa Inggris bagi anak di kawasan Asia Tenggara melalui pengembangan model pelatihan guru yang lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.

Lokakarya ini melibatkan para ahli dan praktisi pengajaran bahasa Inggris untuk anak, serta staf SEAQIL yang terlibat dalam pengembangan program pelatihan. Sejumlah guru sekolah dasar dari Yogyakarta juga turut hadir untuk memberikan perspektif praktis dari pengalaman pembelajaran di kelas.

Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, dalam sambutannya menekankan pentingnya menciptakan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik peserta didik usia dini. Menurutnya, pengalaman awal belajar bahasa memiliki pengaruh besar terhadap sikap siswa terhadap bahasa di masa depan.

“Menurut saya, pembelajaran bahasa Inggris untuk anak harus bersifat menyenangkan. Anak-anak perlu merasakan pengalaman belajar yang membuat mereka tertarik untuk berekspresi dan berinteraksi. Kesan pertama terhadap bahasa Inggris sangat penting, karena pengalaman awal itulah yang sering kali melekat dalam ingatan mereka,” ujar Direktur SEAQIL. 

Brian juga menambahkan bahwa generasi saat ini tumbuh sebagai generasi digital yang sejak kecil sudah akrab dengan teknologi. 

“Anak-anak sekarang bahkan sejak kecil sudah terbiasa menggunakan gawai. Mereka adalah digital natives. Karena itu, kita perlu mencari pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kondisi tersebut,” tambahnya.

Selama kegiatan, peserta bekerja secara kolaboratif untuk menyusun dan menyempurnakan draf silabus, merancang struktur modul dan materi pelatihan, serta menyusun draf awal modul pelatihan bagi guru EYL. Rangkaian tersebut melibatkan sejumlah pakar dari FBSB UNY, yakni Dr. B. Yuniar Diyanti, S.Pd., M.Hum., Dr. Lusi Nurhayati, M. Appl.Ling., Emy Nur Rokhani, M.Pd., dan Ani Setyaningsih, M.A.. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan program pelatihan yang lebih komprehensif dan aplikatif bagi guru bahasa Inggris tingkat sekolah dasar.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi para peserta untuk berbagi pengalaman serta mengidentifikasi pendekatan pembelajaran yang efektif bagi siswa usia dini di era digital.

Melalui pengembangan model pelatihan ini, SEAQIL berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas profesional guru bahasa di kawasan Asia Tenggara serta mendukung terciptanya pembelajaran bahasa Inggris yang lebih bermakna bagi generasi muda. (Penulis: Estiningsih; Editor: Qisty/Ridwan)

×