SEAQIL Kembangkan Pedoman dan Materi Pelatihan Literasi dan Penilaian bagi Guru Bahasa

SEAQIL Kembangkan Pedoman dan Materi Pelatihan Literasi dan

Penilaian bagi Guru Bahasa

SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) bertajuk Pedoman dan Materi Pelatihan Literasi dan Penilaian bagi Guru Bahasa pada Senin (19/05/2025). Kegiatan yang berlangsung secara daring ini bertujuan untuk menggali masukan, perspektif, dan rekomendasi dari para pakar guna merancang struktur pedoman, materi, dan silabus pelatihan peningkatan kompetensi guru bahasa di Asia Tenggara dalam bidang literasi dan penilaian. Melalui kegiatan ini, SEAQIL berharap dapat menghasilkan draf struktur pedoman dan materi pelatihan, serta silabus yang akan menjadi acuan dalam pengembangan program pelatihan ke depan.

Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, menegaskan pentingnya literasi dan penilaian sebagai dua aspek krusial dalam pembelajaran. Ia menyampaikan bahwa SEAQIL tengah mengembangkan program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru bahasa di kedua bidang tersebut secara terarah dan berkelanjutan.

Brian menjelaskan bahwa inisiatif pengembangan pelatihan ini benar-benar berangkat dari sumber daya yang dimiliki SEAQIL, termasuk silabus dan buku-buku yang telah dikembangkan oleh para tim ahli di SIKIL. Di saat yang sama, pelatihan ini juga dirancang untuk merespons kebutuhan di lapangan yang berkembang seiring perubahan zaman.

"Kami ingin pelatihan ini menjadi kontribusi nyata dari SEAQIL dalam mendampingi guru-guru bahasa dan tenaga kependidikan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara," lanjutnya.

Brian juga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para narasumber dari berbagai institusi yang telah memberikan masukan berharga dalam proses penyusunan pedoman dan materi pelatihan. "Kami menyadari bahwa menyusun pedoman dan materi pelatihan yang solid tidak bisa dilakukan sendiri. Oleh karena itu, kami sangat menghargai masukan, perspektif, dan pengalaman dari para narasumber," ucapnya.

Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang terbuka untuk diskusi yang mendalam dan reflektif, sejalan dengan semangat Deep Learning yang saat ini digaungkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. "Semoga hasil dari DKT ini dapat menjadi fondasi kuat bagi pelatihan-pelatihan yang akan kami kembangkan selanjutnya," kata Brian menutup sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber, yaitu Ira Khoiriyah ahli pengembangan pelatihan dari Lembaga Administrasi Negara; Dr. Uwes Anis Chaeruman dari Universitas Negeri Jakarta; Irfan Rifai dari Universitas Bina Nusantara; dan Dr. Ari Kusmiatun dari Universitas Negeri Yogyakarta. Selain para narasumber, kegiatan juga diikuti oleh Dewan Direksi dan staf SEAQIL yang akan terlibat dalam penyusunan panduan dan materi terkait.

Melalui forum ini, SEAQIL berharap dapat menyusun fondasi yang kuat bagi pelatihan peningkatan kompetensi guru bahasa di bidang literasi dan penilaian. Dengan pelatihan yang terstruktur dan relevan, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa di tingkat nasional maupun regional. (MR)

×