Surakarta—SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) mengembangkan GATES by SEAQIL Versi 2 untuk memperluas fungsi pengelolaan kegiatan dan administrasi pelatihan ke ranah pembelajaran digital. Pengembangan ini dilakukan melalui lokakarya pada 13—15 Oktober 2026 di Hotel Zigna Kampung Batik, Surakarta, dengan fokus pada pengembangan modul tampilan halaman depan (front page) dan integrasi dengan Learning Management System (LMS).
GATES by SEAQIL merupakan platform yang dikembangkan sebagai kelanjutan dari sistem e-training SEAQIL yang sebelumnya digunakan SEAQIL. Pada Versi 2, platform ini diarahkan untuk menghubungkan pengelolaan kegiatan pelatihan dengan proses pembelajaran dalam satu alur layanan yang lebih terpadu. Integrasi ini diharapkan dapat mendukung berbagai bentuk pembelajaran, mulai dari pembelajaran mandiri, sinkron, dan asinkron hingga pembelajaran hibrida.
Lokakarya ini diikuti oleh delapan peserta, terdiri atas enam peserta dari SEAQIL dan dua peserta dari lembaga mitra. Bersama narasumber, peserta membahas kebutuhan pengembangan sistem, menyusun konsep dan purwarupa antarmuka halaman depan, serta merancang integrasi GATES dengan LMS. Pengujian sistem juga dilakukan untuk menilai kesesuaian fungsi dan integrasi dengan kebutuhan layanan pelatihan serta mengidentifikasi aspek yang perlu disempurnakan.
Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, menyampaikan bahwa GATES Versi 2 dikembangkan untuk mendukung layanan pelatihan yang lebih terpadu dengan menghubungkan pengelolaan kegiatan dan proses pembelajaran. Integrasi tersebut diharapkan dapat memudahkan peserta, pengelola, dan pengajar dalam menjalankan kegiatan pelatihan melalui satu sistem. Brian juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan pengembangan GATES dengan platform e-training SEAQIL yang telah digunakan sebelumnya agar sistem dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan layanan SEAQIL.
Lokakarya ini menghasilkan purwarupa antarmuka halaman depan, rancangan integrasi dengan LMS, dan masukan dari pengujian untuk penyempurnaan GATES. Pada hari terakhir, peserta dan narasumber juga membahas rencana tindak lanjut pengembangan GATES Versi 2 agar sistem dapat terus disempurnakan sesuai dengan kebutuhan layanan pelatihan.
Dalam sambutan penutupan, Direktur SEAQIL mendorong agar pengembangan GATES dilanjutkan melalui diskusi, pengujian, dan pemanfaatan masukan dari para pengguna. Ia berharap sistem ini nantinya dapat mendukung pembelajaran mandiri yang lebih fleksibel sehingga guru memiliki kesempatan untuk meningkatkan kompetensi tanpa harus mengganggu jadwal mengajar. Pemanfaatan teknologi, menurutnya, perlu terus diarahkan agar semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi layanan pelatihan.
Melalui pengembangan GATES Versi 2, SEAQIL berharap dapat memperkuat layanan pelatihan digital yang lebih terpadu dan fleksibel bagi guru bahasa. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan peran SEAQIL dalam mendukung peningkatan kompetensi guru bahasa di kawasan Asia Tenggara. (Penulis: Esti | Editor: Ryan/Ridwan)