SEAQIL Fasilitasi Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid dalam Perancangan Bahan Ajar Bahasa

SEAQIL Fasilitasi Tingkatkan Kapasitas Mahasiswa UIN KH Abdurrahman Wahid dalam Perancangan Bahan Ajar Bahasa

JAKARTA— SEAMEO QITEP in Language (SEAQIL) menerima kunjungan akademis dari Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dalam rangka Kuliah Kerja Lapangan (KKL) bertajuk Lokakarya Pengembangan Bahan Ajar untuk Pembelajaran Bahasa, Selasa (14/5/2025), di Jakarta.

Sebanyak 80 mahasiswa dan enam dosen pendamping turut hadir dalam kegiatan tersebut. Lokakarya ini bertujuan memberikan pemahaman praktis dan strategis dalam pengembangan bahan ajar bahasa Indonesia yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di era digital.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat jalinan kerja sama kelembagaan antara SEAQIL dan UIN KH Abdurrahman Wahid, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Direktur SEAQIL, Dr. Brian Arieska Pranata, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini selaras dengan arah kebijakan strategis SEAMEO dan prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Brian menjelaskan bahwa penguatan kapasitas guru dan calon guru tidak hanya bertumpu pada aspek akademik tetapi juga pedagogis. SEAQIL bersama unit-unit yang lain didorong untuk dapat mengemas materi secara menarik dan kontekstual.

Di tingkat regional, SEAMEO menekankan revitalisasi pendidikan guru melalui inovasi pembelajaran, integrasi teknologi, serta pengembangan bahan ajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. SEAQIL sebagai salah satu pusat SEAMEO turut mengambil peran aktif dalam agenda tersebut.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, Abdul Mukhlis, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi para mahasiswa. Abdul Mukhlis menjelaskan bahwa mahasiswa memperoleh pembekalan langsung dari para pakar di SEAQIL. Ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk memahami pengembangan bahan ajar dari perspektif yang lebih luas, baik akademik maupun praktis.

Deputi Direktur Administrasi SEAQIL, Dr. Misbah Fikrianto, menambahkan bahwa kolaborasi antara SEAQIL dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid telah berlangsung sejak 2021. “Kerja sama ini telah mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan kompetensi profesional dan pedagogis, pelibatan pakar dalam pengajaran, hingga dukungan program magang melalui Klub Literasi Sekolah,” jelasnya.

Ke depan, SEAQIL berharap kemitraan strategis dengan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dapat terus diperkuat dan diperluas melalui berbagai program kolaboratif lainnya. Kegiatan seperti lokakarya ini diharapkan menjadi ruang bersama dalam membekali calon pendidik dengan wawasan, keterampilan, dan semangat inovatif dalam membangun pendidikan bahasa yang lebih baik di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara. (MR)

×